Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Materi Sejarah Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi

Materi Sejarah Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi

1. Zaman Arkaikum

Zaman arkaikum merupakan zaman tertua yang diperkirakan sudah berusia 2.500 juta tahun. Pada zaman arkaikum ini keadaan bumi masih belum stabil dan masih panas. Keadaan kulit bumi masih dalam proses pembentukan dan masih belum adanya tanda-tanda kehidupan.


2. Zaman Paleozoikum

Zaman paleozoikum merupakan zaman yang diperkirakan sudah berusia 340 juta tahun. Pada zaman ini keadaan bumi masih belum stabil atau berubah-ubah. Zaman paleozoikum juga disebut dengan zaman primer dikarenakan pada zaman ini sudah terdapat tanda-tanda kehidupan.

Pada zaman ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu seperti berikut ini :
a. Kambrium,
Kambrium merupakan periode dimana skala waktu geologi dimulai pada sekitar kurang lebih 542 juta tahun yang lalu dan zaman ini berakhir kurang lebih sekitar 488,3 juta tahun yang lalu. Pada periode ini sudah mulai muncul tanda-tanda kehidupan di bumi seperti contohnya yaitu ubur-ubur dan kerang. Pada periode ini merupakan periode pertama pada zaman paleozoikum, kelimpahan makhluk hidup pada periode ini kemungkinan berhubungan dengan evolusi skeleton (rangka). Hal itu ditunjukkan dengan ditemukannya fosil hewan yang memiliki skeleton.

b. Silur,
Silur merupakan periode dimana skala waktu geologi yang berlangsung mulai akhir periode ordovisium, sekitar kurang lebih 443,7 juta tahun yang lalu, hingga awal periode Devon, sekitar kurang lebih 416 juta tahun yang lalu. Pada periode ini mulai muncul tanda-tanda kehidupan hewan bertulang belakang tertua seperti ikan.

c. Devon,
Devon merupakan periode dimana skala waktu geologi yang berlangsung sekitar kurang lebih 416 sampai dengan 359 juta tahun yang lalu. Pada periode ini mulai muncul tanda-tanda kehidupan binatang yang berupa binatang jenis amfibi tertua.

d. Karbon,
Karbon merupakan periode dimana skala waktu geologi yang berlangsung kurang lebih sekitar 359 sampai dengan 299 juta tahun yang lalu. Nama karbon yang digunakan karena adanya lapisan tebal kapur pada periode ini yang ditemukan di Eropa Barat. Pada periode ini mulai muncul tanda-tanda kehidupan binatang yang berupa binatang merayap jenis reptil.

e. Perm,
Perm merupakan periode dimana skala waktu geologi yang berlangsung kurang lebih sekitar 299 sampai dengan 251 juta tahun yang lalu. Pada periode ini merupakan periode terakhir dari zaman paleozoikum. Pada periode ini mulai muncul tanda-tanda kehidupan hewan darat, ikan air tawar, dan amfibi.

Zaman paleozoikum diakhiri dengan terjadinya kepunahan massal.


3. Zaman Mesozoikum

Zaman mesozoikum merupakan zaman yang diperkirakan berusia 140 juta tahun. Zaman ini disebut juga dengan zaman sekunder, pada zaman ini ditandai dengan mulai muncul-munculnya pohon-pohon besar dan hewan-hewan yang berukuran besar seperti Dinosaurus, Atlantasaurus, Tyrannosaurus, dan binatan sejenis burung-burung besar. Pada zaman ini iklim di bumi sudah semakin membaik, curah hujan mulai berkurang, sungai-sungai besar dan danau mulai mengering dan berlumpur. Pada zaman ini disebut dengan zaman reptil karena didominasi oleh perkembangan jenis reptil.

Pada zaman mesozoikum dibagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut ini :
a. Trias, merupakan periode yang terdapat kehidupan reptil, amfibi, dan ikan.
b. Jura, merupakan periode yang terdapat kehidupan sebangsa katak dan reptil.
c. Kapur, merupakan periode yang terdapat kehidupan burung-burung pertama dan tumbuhan.


4. Zaman Neozoikum

Zaman neozoikum merupakan zaman yang diperkirakan berusia 65 juta tahun. Pada zaman ini keadaan di bumi semakin membaik dengan perubahan cuaca yang tidak terlalu ekstrim, kondisinya semakin stabil, dan kehidupan untuk berkembang semakin pesat.

Zaman neozoikum dibedakan menjadi dua zaman yaitu sebagai berikut ini :
a. Zaman Tersier,
Zaman tersier merupakan zaman pada neozoikum dimana zaman ini ditandai dengan berkurangnya jenis binatang besar dan telah hidup jenis-jenis binatang yang menyusui seperti kera dan monyet. Selanjutnya mulai berkembang jenis kera manusia.
Teori yang menjelaskan tentang punahnya dinosaurus terdapat beberapa teori sebagai berikut ini :
1. Teori Asteroid,
Teori asteroid merupakan teori yang paling populer dari teori lainnya. Teori ini menyatakan bahwa pada masa dinosaurus terdapat asteroid atau komet yang menabrak bumi. Para pencetus teori ini beranggapan bahwa hantaman asteroid menimbulkan debu tebal di udara sehingga menghalangi sinar matahari dan menyebabkan tanaman dan hewan punah. Selain itu gas rumah kaca yang terkunci di atmosfer menimbulkan suhu dan perubahan iklim yang ekstrim bagi dinosaurus dan spesies lainnya, sehingga mereka tidak dapat bertahan.

2. Teori Vulkanik,
Teori vulkanik merupakan teori yang menjelaskan bagaimana dinosaurus punah yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Para ahli menganggap bahwa peningkatan aktivitas gunung berapi dalam mengeluarkan abu tebal di udara, mengakibatkan terhambatnya sinar matahari dan menyebabkan kematian bagi makhluk hidup.

3. Teori Perubahan Iklim,
- Zaman Es,
Para ahli mengemukakan bahwa sepanjang sejarah bumi banyak sekali terjadi zaman es. Zaman es yang ekstrim dapat mengubah suhu menjadi suhu yang sangat dingin, dalam kondisi ini dinosaurus tidak akan mampu bertahan hidup dan mengalami kepunahan.

- Naiknya Permukaan Air Laut.
Para ahli mengemukakan bahwa teori asteroid dan vulkanik berkontribusi dalam perubahan iklim yang secara bertahap membuat permukaan air laut menjadi naik. Naiknya permukaan laut akan membatasi gerak dinosaurus, sehingga perlahan-lahan mereka mengalami keterbatasan makanan dan akhirnya menuju kepunahan.


b. Zaman Kwarter.
Zaman kwarter merupakan zaman terpenting dalam kehidupan karena mulai muncul manusia purba. Zaman kwarter terbagi menjadi 2 periode yaitu sebagai berikut ini :
1. Periode Pleistocen,
Periode pleistocen atau disebut juga zaman dilluvium merupakan periode yang berlangsung sekitar 3 juta sampai dengan 10 ribu tahun yang lalu. Pada periode ini keadaan alam pada masa ini masih liar dan labil, karena silih bergantinya dua zaman, yaitu zaman glasial dan zaman interglasial.
- Zaman Glasial merupakan zaman dimana lapisan es di Kutub Utara meluas sehingga bagian Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es. Sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat selama bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya permukaan bumi di berbagai tempat.

- Zaman Interglasial merupakan zaman di antara dua zaman es. Pada zaman ini terjadi temperatur naik yang mengakibatkan lapisan es di Kutub Utara mencair, sehingga permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar di berbagai tempat. Dampaknya adalah banyak daratan yang terpisah oleh laut dan selat.

2. Periode Holocen.
Periode holocen atau disebut juga zaman alluvium terjadi sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Pada awal periode ini sebagian besar es di Kutub Utara sudah mencair, sehingga menyebabkan naiknya permukaan air laut. Tanah-tanah rendah di daerah Paparan Sunda dan Paparan Sahul mulai tergenang air dan menjadi laut transgresi. Dampaknya muncullah pulau-pulau di Nusantara. Pada periode ini juga hidup manusia yang disebut dengan Homo Sapiens atau yang berarti manusia cerdas. Pada periode ini juga muncul nenek moyang kita sekarang ini, dan mulainya perkembangan kebudayaan manusia yang sangat pesat.

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Tata Surya

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Tata Surya

Teori Planetesimal

Teori planetesimal merupakan teori terbentuknya tata surya yang digagas oleh Thomas C. Chamberlin pada masa hidupnya 1843 sampai dengan 1928 yang merupakan seorang ilmuwan geologi dan Forest R. Moulton pada masa hidupnya 1872 sampai dengan 1952 yang merupakan seorang ilmuwan astronomi. Kedua tokoh ilmuwan ini menggagas pendapat teori yang sekarang dikenal sebagai teori planetesimal yang memiliki arti sebagai planet yang kecil. Disebut sebagai planet yang kecil dikarenakan teori ini menyebutkan bahwa planet terbentuk dari benda yang padat atau unsur-unsur kecil yang memang sudah ada sebelumnya.

Teori ini menyebutkan bahwa matahari yang telah ada sekarang sudah ada jauh sebelumnya, kemudian suatu saat terdapat sebuah bintang yang melintas dengan jarak yang cukup dekat dengan matahari, sehingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang yang melintas tersebut. Sehingga sebagian massa matahari tertarik pada bintang sehingga mirip lidah raksasa. Pada saat bintang akan menjauhi matahari, sebagian massa yang tertarik oleh bintang tersebut jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian yang lainnya terhambur ke ruang angkasa, sehingga terbentuklah planet-planet dan benda langit lainnya.


Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar merupakan teori terbentuknya tata surya yang diperkenalkan pada tahun 1956 oleh Fred Hoyle. Teori ini menyebutkan bahwa tata surya awalnya merupakan dua bintang yang berukuran hampir sama dengan letaknya berdekatan. Dari kedua bintang tersebut salah satunya belum stabil sehingga terjadi reaksi yang sangat cepat sehingga menimbulkan energi berupa panas, hingga akhirnya bintang yang tidak stabil tersebut meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan kecil tersebut terperangkap oleh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak dan bergerak mengelilinginya. Dikarenakan gaya gravitasi bintang yang tidak meledak tersebu membuat serpihan-serpihan yang letaknya berdekatan bergabung membentuk planet dan terbentuklah susunan tata surya.


Teori Nebula

Teori nebula atau disebut juga teori kabut merupakan teori terbentuknya tata surya yang dicetuskan oleh Immanuel Kant semasa hidupnya pada tahun 1749 sampai dengan 1827. Immanuel Kant merupakan salah satu ilmuwan filsafat Jerman yang berjasa dalam mencetuskan teori terbentuknya tata surya melalui teori nebula. Kant menganggap bahwa di jagat raya ini terdapat gumpalan kabut yang berputar secara perlahan sehingga membentuk gumpalan gas pada bagian tengah dan akhirnya membentuk matahari, pada bagian sekelilingnya terbentuk planet, satelit dan benda langit lainnya.

Pada waktu yang hampir bersamaan seorang ilmuwan fisika asal Perancis yang bernama Pierre Simon De Laplace mencetuskan teori yang hampir sama, menurutnya tata surya berasal dari kabut panas yang berputar sehingga membentuk gumpalan kabut dan membentuk bulat seperti bola besar. Bola besar tersebut berputar akibatnya bola tersebut memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian equatornya. Selanjutnya, sebagian massa gas pada equator menjauh dari gumpalan inti dan membentuk cincin-cincin yang melingkari sekeliling inti. Dalam jangka waktu yang lama cincin-cincin tersebut berubah menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang padat. Gumpalan kecil inilah yang akan membentuk planet, satelit, dan benda langit lainnya. Sedangkan inti kabut tersebut tetap berbentuk gas pijar yang akhirnya disimpulkan menjadi matahari.

Kedua teori tersebut mempunyai kesamaan pada material asal pembentukan tata surya yang berasal dari teori kabut sehingga teori ini lebih dikenal dengan nama teori Kant dan Laplace.


Teori Pasang Surut

Teori pasang surut merupakan teori terbentuknya tata surya yang dikemukakan oleh Sir James Jeans pada masa hidupnya 1877 sampai dengan 1946 dan Harold Jeffreys pada masa hidupnya 1891 sampai dengan 1989. Kedua tokoh ini mengemukakan teori pasang surut yang mereka kemukakan hampir sama dengan teori planetesimal. Mereka mengemukakan bahwa setelah bintang yang mendekat itu berlalu, massa matahari yang lepas akan membentuk benda menyerupai cerutu yang terbentang ke arah bintang. Karena bintang tersebut bergerak menjauh, maka massa cerutu akan terputus-putus dan membentuk gumpalan gas disekitar matahari. Gumpalan-gumpalan gas tersebut akan membeku dan terbentuklah planet-planet.

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Galaksi

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Galaksi

Galaksi

Adanya pendapat yang berupa dugaan yang harus teruji kebenarannya yaitu teori dari Fowler pada tahun 1957, ia memaparkan bahwa menurutnya pada 12 ribu tahun yang lalu, galaksi kita tidak seperti keadaan sekarang, ia mengemukakan bahwa galaksi kita berupa gas kabut hidrogen yang sangat amat besar yang berada di ruang angkasa yang selalu bergerak perlahan dan melakukan rotasi sehingga membentuk bulat, karena gaya beratnya maka terjadi kontraksi dan kondensasi dengan berputar pada sumbunya. Pada saat terjadi kontraksi maka massa bagian luar banyak yang tertinggal. Bagian yang berputar lambat dan juga mempunyai berat jenis yang besar akan membentuk bintang. Dengan cara yang sama, bagian luar yang tertinggal juga akan mengadakan kondensasi sehingga dapat membentuk planet. Sehingga planet juga dapat membentuk satelit alami. Galaksi, tempat dimana matahari kita berinduk diberi nama Bima Sakti atau Milky Way.


Macam-Macam Galaksi

a. Galaksi tak beraturan,
Galaksi tak beraturan merupakan galaksi yang terdiri dari miliaran bintang muda yang memiliki warna putih kebiruan dan bintang-bintang raksasa yang berwarna biru yang sangat panas. Dari bintang-bintang tersebut juga tersebar gas dan debu luar angkasa. Banyaknya galaksi berbentuk tak beraturan sekitar 3%.

b. Galaksi elips,
Galaksi elips merupakan galaksi yang sudah tergolong tua dengan dibentuk oleh bintang-bintang yang sudah tua, biasanya lebih redup dibandingkan galaksi tipe spiral, dengan diisi lebih banyak bintang-bintang besar berwarna merah. Galaksi ini juga ditandai dengan berhentinya pembentukan bintang baru.

c. Galaksi spiral,
Galaksi spiral merupakan galaksi yang memiliki bentuk spiral yang sangat amat besar dengan terdapat ini atau nukleus di tengah dan memiliki lengan spiral serta cakram atau disk. Biasanya pada lengan spiral terdapat konsentrasi debu dan gas (nebulae) yang tinggi sehingga terdapat pembentukan bintang yang aktif. Apabila dilihat dari samping, galaksi spiral terlihat seperti elips yang memiliki lengan dan dikelilingi oleh atmosfer bercahaya, dan juga lingkaran-lingkaran kumpulan beribu bintang yang disebut dengan Globular Cluster. Banyaknya galaksi spiral sekitar 80% dari galaksi yang ada. Contoh dari galaksi spiral adalah galaksi Canes Venatici.


Induk dari matahari kita merupakan Milky Way atau galaksi Bima Sakti, karena berdasarkan pengamatan, galaksi Bima Sakti apabila dilihat dari atas terlihat seperti spiral raksasa yang berputar. Apabila dilihat dari samping akan terlihat seperti elips yang sangat amat besar. Bintang-bintang bertebaran dalam lengan spiral, di antaranya adalah matahari kita. Jaraknya 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau sekitar 20.000 tahun cahaya dari pinggir atau ujung galaksi. Galaksi kita yaitu galaksi Bima Sakti memiliki garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya. Apabila kita cermati semakin ke tengah, tebaran bintang di galaksi ini akan semakin merapat dan diperkirakan pusat galaksi merupakan bola bintang raksasa sehingga galaksi ini dapat berbentuk pipih seperti kue cucur.

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Alam Semesta

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Alam Semesta


Dari zaman dahulu hingga dewasa ini manusia masih berusaha memahami bagaimana terbentuknya alam semesta. Pada masa zaman kejayaan Yunani, banyak orang percaya bahwa Bumi kita sebagai pusat dari alam semesta atau dapat juga disebut dengan Geosentrisme. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan berbagai pemikiran serta pengamatan dari berbagai orang, pendapat bahwa bumi sebagai pusat alam semesta mulai berubah sejak masa zaman abad pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus yang menganggap bahwa Matahari sebagai pusat alam semesta atau dapat disebut dengan Heliosentrik.

Definisi tentang alam semesta itu sendiri melingkupi mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos merupakan benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat amat kecil, seperti contoh elektron, proton, neutron, atom, sel, amoeba, dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos merupakan benda-benda yang memiliki ukurang yang sangat amat besar, seperti galaksi, bintang, dan planet.

Teori terbentuknya alam semesta terbagi menjadi berikut ini :

Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

Teori keadaan tetap atau disebut juga steady state theory dikemukakan pada tahun 1948 oleh Thomas Gold, Fred Hoyle, dan Herman Bondi. Teori yang dikemukakan oleh ketiga tokoh tersebut didasarkan pada prinsip osmologi sempurna dimana alam semesta dimanapun dan kapanpun akan tetap selalu sama. Dengan dasar tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu pada masa lalu sampai sekarang. Apapun yang terdapat pada alam semesta ini akan selalu tetap sama walaupun galaksi, planet, dan bintang saling beredar menjauh dan mendekat satu sama lain. Teori ini didukung dengan fakta bahwa galaksi yang baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Artinya bahwa setiap galaksi yang terbentuk akan tumbuh menjadi tua dan akhirnya menjadi mati, jadi dapat disimpulkan bahwa teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya atau dapat disebut juga tanpa adanya awal dan tanpa adanya akhir.


Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory)

Teori ledakan besar atau disebut juga big bang theory dikemukakan pada tahun 1930 oleh George Lemaitre dengan bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat amat besar dan mempunyai berat jenis yang sangat besar pula, kemudian massa tersebut meledak dengan sangat hebat yang disebabkan oleh adanya reaksi inti. Hasil dari ledakan tersebut kemudian berserakan mengambang dengan sangat cepat menjauhi pusat dari ledakan tersebut. Setelah waktu terus berjalan yang membutuhkan waktu sekitar jutaan tahun, massa yang berserakan dan mengambang tersebut membentuk kelompok-kelompok galaksi yang ada sekarang. Teori ledakan besar didukung dengan fakta yang ada bahwa galaksi-galaksi memang bergerak menjauhi titik pusatnya. Teori ini juga didukung oleh para pakar astronomi seperti Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemukan radiasi gelombang mikro.

Materi Sejarah Konsep Berpikir Diakronis, Sinkronis, Ruang, Dan Waktu Dalam Sejarah

Materi Sejarah Konsep Berpikir Diakronis, Sinkronis, Ruang, Dan Waktu Dalam Sejarah

Sejarah berdasarkan konsep, terdapat tiga konsep dalam sejarah yaitu konsep perubahan, konsep waktu, dan konsep kontinuitas. Konsep perubahan yang dimaksud merupakan ketidaksamaan dari suatu kejadian yang satu dengan yang lainnya, dari waktu yang satu dengan waktu yang lainnya. Seperti contohnya perubahan dari masa orde lama ke masa orde baru. Perubahan yang termasuk dalam kategori peristiwa sejarah merupakan perubahan yang memegang peranan makna penting bagi kehidupan manusia.

Konsep waktu yang dimaksud merupakan setiap peristiwa sejarah tidak mungkin menjadi sesuatu yang ada secara tiba-tiba tanpa adanya waktu proses terjadinya peristiwa tersebut, pasti peristiwa tersebut masih akan berada dalam lingkaran waktu. Konsep waktu ini akan terasa apabila kita mencermati suatu proses kejadian atau perubahan sesuatu. Seperti contohnya dalam pembuatan meja, diawali dari proses memperoleh kayu, memotong kayu tersebut menjadi bagian-bagian meja, merangkai bagian-bagian meja tersebut menjadi kesatuan yang utuh hingga menjadi sebuah meja. Di dalam proses ini, waktu menjadi konsep yang sangat penting dalam sejarah. Sejarah merupkan peristiwa dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Konsep kontinuitas dan diskontinuitas adalah salah satu konsep yang penting dalam sejarah. Konsep tersebut sangat berkaitan erat dengan konsep perkembangan atau perubahan. Konsep kontinuitas merupakan perwujudan dari suatu proses perkembangan aspek kehidupan masyarakat yang terus menerus, sekalipun situasi dan kondisi berubah. Seperti contohnya walaupun negara kita sudah merdeka namun dari kebanyakan orang masih menerapkan hukum kolonial. Sedangkan konsep diskontinuitas merupakan proses perkembangan atau perubahan aspek kehidupan masyarakat yang tidak berlanjut atau bukan merupakan kelanjutan dari masa yang sudah ada sebelumnya. Seperti contohnya pada masa dahulu orang-orang memanfaatkan gua sebagai rumah tinggal namun sekarang orang-orang sudah meninggalkannya dan membangun sendiri rumah tinggalnya.

Pengertian Diakronis Dan Cara Berpikir Diakronis Dalam Sejarah

Dalam ilmu yang mempelajari asal usul kata, diakronis berasal dari bahasa Latin yaitu dia berarti melalui atau melampaui atau melintasi atau melewati dan khronos yang berarti perjalanan waktu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diakronis merupakan peristiwa yang memiliki relasi dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak berdiri sendiri atau terjadi secara tiba-tiba. Sejarah meneliti kejadian-kejadian yang memanjang dalam waktu tetapi dalam ruang yang terbatas.

Konsep diakronis melihatkan bahwa kejadian dalam sejarah mengalami perkembangan dan pergerakan sepanjang masa. Melalui proses ini manusia dapat meneliti perbandingan dan melihat perkembangan sejarah kehidupan masyarakat dari zaman yang satu ke zaman berikutnya. Suatu kejadian sejarah tidak dapat dilepaskan dari kejadian sebelumnya dan akan mempengaruhi kejadian yang akan terjadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berpikir diakronis harus dapat memberikan penjelasan secara kausalita dan kronologis.

Pengertian Sinkronis Dan Cara Berpikir Sinkronis Dalam Sejarah

Dalam ilmu yang mempelajari asal usul kata, sinkronis berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang memiliki arti dengan dan khronos yang memiliki arti waktu atau masa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sinkronis merupakan peristiwa yang sezaman atau bersifat horizontal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinkronik memiliki arti yaitu segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi di suatu masa yang terbatas. Menurut Galtung, sinkronik memiliki pengertian yaitu mempelajari peristiwa sejarah dengan berbagai aspek pada waktu atau kurun waktu yang terbatas atau tertentu, atau meneliti gejala yang meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.

Sinkronis dalam sejarah memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :
a. Bersifat horizontal,
b. Bersifat lebih serius dan sulit,
c. Mengkaji pada masa tertentu,
d. Tidak memiliki konsep perbandingan,
e. Sistematika yang tinggi,
f. Menitikberatkan pada pengkajian strukturnya,
g. Cakupan kajian yang lebih sempit.

Konsep Ruang Dan Waktu Sejarah

a. Konsep ruang,
Konsep ruang merupakan konsep yang paling melekat pada waktu,
1. Ruang adalah tempat terjadinya berbagai kejadian sejarah pada perjalanan waktu,
2. Penelaahan suatu kejadian didasarkan pada dimensi waktunya tidak dapat dilepaskan dari ruang waktu terjadinya kejadian tersebut,
3. Apabila waktu menitikberatkan pada aspek kapan terjadinya kejadian tersebut, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek dimana terjadinya kejadian tersebut.

b. Konsep waktu,
1. Masa lampau itu sendiri adalah waktu dimana sudah terlewati, tetapi masa lampau bukanlah suatu waktu yang terhenti, berakhir, dan tertutup,
2. Masa lampau itu sendiri bersifat berkesinambungan dan terbuka,
3. Sejarah digunakan sebagai modal untuk bertindak di masa kini dan digunakan untuk menjadi acuan di masa yang akan datang.

Konsep ruang dan waktu memiliki keterkaitan dalam sejarah yaitu sebagai berikut ini :
1. Manusia selama hidupnya tidak dapat dilepaskan dari waktu dan tempat,
2. Konsep ruang dan waktu menjadi unsur penting yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu kejadian dan perubahan dalam kehidupan manusia sebagai pelaku sejarah,
3. Segala tindakan manusia pasti berlangsung pada waktu dan tempat yang bersamaan.

Materi Sejarah Pengertian Dan Definisi Sejarah

Materi Sejarah Pengertian Dan Definisi Sejarah


Pengertian Sejarah

Sejarah pada dasarnya dapat diartikan menjadi beberapa identifikasi seperti berikut ini :
1. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Inggris yaitu History. History sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Istoria yang memiliki arti apa  yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu.

2. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun. Syajaratun memiliki arti pohon kehidupan meskipun dalam bahasa Arab sendiri ilmu yang mempelajari kisah tentang masa lalu dinamakan Tarikh.

3. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Belanda yaitu Geschidenis. Geschidenis memiliki arti yaitu kejadian yang dibuat oleh manusia.

4. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Jerman yaitu Geschichte. Geschichte memiliki arti sama dengan arti kata sejarah yang berasal dari Belanda yaitu kejadian yang dibuat oleh manusia.

Secara asal usul kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajarah yaitu dari kata syajaratun yang memiliki arti pohon. Di Indonesia kata sejarah dapat memiliki arti yang bermacam-macam seperti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibuat skema atau gambar akan menyerupai pohon dengan cabang, ranting, dan daun. Pada kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau silsilah. Pada masa sekarang ini, untuk kepentingan tertentu diperlukan keterangan riwayat hidup. Kata riwayat kurang lebih memiliki arti laporan atau cerita tentang kejadian. Sedangkan kata hikayat yang merupakan kata yang dekat dengan kata sejarah memiliki arti cerita tentang kehidupan, yang dimana manusia dijadikan sebagai objeknya disebut juga dengan biografi (bios artinya hidup, graven artinya menulis). Cerita yang berkisar menceritakan kehidupan seorang penulis yang ditulis oleh diri sendiri atau pelakunya disebut autobiografi.

Dalam bahasa arab kata "kisah" yang umumnya menunjuk ke masa lampau, justru lebih mengandung cerita yang benar-benar terjadi pada masa lampau, yaitu sejarah. Dalam bahasa-bahasa di nusantara ada beberapa yang mengandung arti sejarah seperti babad yang berasal dari bahasa Jawa, tambo yang berasal dari bahasa Minangkabau, dan tutui teteek yang berasal dari bahasa Roti.

Pendapat Definisi Sejarah Menurut Berbagai Para Ahli Dalam Negeri

1. Mohammad Ali,
Menurut Mohammad Ali melalui bukunya yang berjudul "Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia", menuangkan pendapatnya tentang pengertian sejarah sebagai berikut ini :
a. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
b. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita,
c. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian pendapat yang disampaikan oleh Mohammad Ali dapat dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan untuk mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Di dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan segala sesuatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.

2. Kuntowijoyo,
Menurut Kuntowijoyo sejarah menyediakan fakta secara ideografis, diakronis, unik, serta empiris. Ideografis dalam hal ini dikarenakan sejarah menggambarkan dan menceritakan sesuatu. Diakronis dalam hal ini dikarenakan sejarah berhubungan dengan waktu. Unik dalam hal ini dikarenakan sejarah merupakan hasil penelitian tentang hal yang unik. Empiris dalam hal ini dikarenakan sejarah berpijak pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh.

3. Roeslan Abdoelgani,
Menurut Roeslan Abdoelgani sejarah merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

4. Wilfridus Josephus Sabarija Poerwadarminta,
Menurut Wilfridus Josephus Sabarija Poerwadarminta melalui bukunya yang berjudul "Kamus Umum Bahasa Indonesia" mengutarakan tiga uraian pendapat tentang pengertian sejarah yaitu sebagai berikut :
a. Sejarah adalah kesustraan lama, silsilah, dan asal-usul,
b. Sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau,
c. Sejarah adalah ilmu pengetahuan tentang masa lampau.

5. Mohammad Yamin,
Menurut Mohammad Yamin sejarah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.


Pendapat Definisi Sejarah Menurut Berbagai Para Ahli Luar Negeri

a. J. V. Bryce,
Menurut J. V. Bryce sejarah merupakan catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

b. Patrick Gardiner,
Menurut Patrick Gardiner sejarah merupakan ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia,

c. Aristoteles,
Menurut Aristoteles sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, menurut beliau juga sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekaman-rekaman, atau bukti-bukti yang konkrit.

d. W. H. Walsh,
Menurut W. H. Walsh sejarah menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan-catatan tersebut meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal penting sehingga menjadikan certia yang berarti.

e. Herodotus,
Menurut Herodotus sejarah merupakan satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat, dan peradaban.

Latihan Soal Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Latihan Soal Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

A. Pilihan Ganda

1. AFNEI datang ke Indonesia dengan tujuan sebagai berikut, kecuali...
a. Menjaga ketertiban dan keamanan dalam rangka melancarkan tugasnya,
b. Mengurus orang-orang sekutu khususnya Belanda yang ditawan Jepang,
c. Melucuti tentara Jepang yang kalah dengan sekutu,
d. Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang,
e. Memintai keterangan tentang orang Belanda yang ditawan oleh Jepang.

2. Pelucutan tentara Jepang di Indonesia oleh tentara AFNEI dipimpin oleh...
a. Van der Plas,
b. Van der Capellen,
c. Van Mook,
d. Lord Killearn,
e. Sir Philip Christison

3. Dalam tujuannya menegakkan kembali kekuasaan NICA di Indonesia dipimpin oleh...
a. Van Mook,
b. Sir Philip Christison,
c. Van der Capellen,
d. Van der Plas,
e. Lord Killearn.

4. Pertempuran Medan Area adalah salah satu perjuangan fisik dari Indonesia untuk mengusir penjajah yang diakibatkan oleh tindakan Inggris mendaratkan tentaranya di Medan pada tanggal...
a. 26 September 1945,
b. 18 Oktober 1945,
c. 20 Oktober 1945,
d. 10 November 1945,
e. 21 November 1945.

5. Tindakan heroik oleh para pemuda di Surabaya yang menyobek bendera Belanda dikenal dengan peristiwa...
a. 10 November,
b. Infantri,
c. Yamato,
d. Merah Putih,
e. Arek Surabaya.

6. Berikut ini yang merupakan penyebab meletusnya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah...
a. Inggris mendaratkan tentaranya di Surabaya,
b. Terbunuhnya Dr. Karyadi,
c. Penyobekan bendera Belanda,
d. Penyanderaan tentara Inggris oleh arek Surabaya,
e. Terbunuhnya Mallaby.

7. Tokoh yang menjabat sebagai gubernur Jawa Timur sekaligus memberikan semangat berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah...
a. Gatot Soebroto,
b. Sungkono,
c. Suryo,
d. Bung Tomo,
e. Suryadi.

8. Hari Infantri merupakan dedikasi untuk memperingati adanya peristiwa pertempuran...
a. 10 November,
b. Ambarawa,
c. Serangan Umum Surakarta,
d. Lima Hari Semarang,
e. Medan Area.

9. Tokoh yang gugur saat mencoba mencoba memeriksa mata air yang diduga diracun oleh pihak Jepang adalah...
a. Dr. Suryadi,
b. Sungkono,
c. Dr. Karyadi,
d. Sumarto,
e. Isdiman.

10. Aksi heroik dimana sekitar 8000 pemuda, berkumpul di komplek NICA dengan membawa bendera Merah Putih terjadi di...
a. Semarang,
b. Bali,
c. Sumbawa,
d. Sumatera,
e. Kalimantan.

11. Kepanjangan dari AFNEI adalah...
a. All Forces Netherland East India,
b. Allied Forces Netherland East India,
c. Allied Forbes Netherland East India,
d. Allied For Netherland East India,
e. All Forbes Netherland East India.

12. Kepanjangan dari NICA adalah...
a. Netherland Indies Company Administration,
b. Netherland Indies Civil Administration,
c. Netherland Indies Congress Administration,
d. Netherland Indies Cooperator Administration,
e. Netherland Indies Campaign Administration.

13. Tokoh yang berjasa dalam memimpin pertempuran di Bali adalah...
a. I Putu Gede,
b. I Gusti Ketut Jelantik,
c. I Gusti Ngurah Made Agung,
d. I Gusti Ngurah Rai,
e. I Gusti Ketut Pudja.

14. Tokoh yang gugur dalam memimpin pertempuran melawan Belanda di Sulawesi Selatan...
a. Wolter Monginsidi,
b. Sudirman,
c. Slamet Riyadi,
d. Sungkono,
e. Gatot Soebroto.

15. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang paling tepat mengenai butir-butir kesepakatan perundingan RI-Belanda di Jakarta adalah...
a. Indonesia mengajak Belanda untuk membentuk Republik Indonesia,
b. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de jure atas Jawa dan Sumatera,
c. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de facto atas Jawa dan Sumatera,
d. Penyerahan Irian Barat oleh Belanda,
e. Indonesia, Belanda, dan Suriname menjadi peserta ikatan Republik Indonesia.

16. Tokoh yang menjadi perwakilan Indonesia dala, perundingan Hooge Veluwe di Belanda adalah...
a. Gatot Soebroto,
b. Soewandi,
c. Sungkono,
d. Sutan Syahrir,
e. Sultan Hamid II.

17. Perundingan Hooge Veluwe menghasilkan hasil perundingan yang cenderung merugikan bagi pihak Indonesia dikarenakan...
a. Belanda hanya mengakui secara de facto atas Jawa dan Madura,
b. Belanda hanya mengakui secara de jure atas Jawa dan Madura,
c. Irian Barat ditunda untuk diserahkan kepada Indonesia,
d. Belanda tidak mengakui kaum minoritas di Indonesia,
e. Tentara Indonesia ditarik dari daerah konflik dengan Belanda.

18. Perundingan yang membahas tentang golongan-golongan minoritasi di wilayah Indonesia, merupakan hasil perundingan dari...
a. Hooge Veluwe,
b. RI-Belanda,
c. Malino,
d. Denpasar,
e. Pangkal Pinang.

19. Berikut ini yang merupakan hasil dari perundingan Denpasar pada 18-24 Desember 1946 adalah...
a. Pembahasan kaum minoritas di Indonesia,
b. Gencatan senjata dengan Belanda,
c. Penyerahan Irian Barat kepada Indonesia,
d. Pembentukan Negara Indonesia Bagian Timur,
e. Pembentukan RIS.

20. Tokoh yang mewakili Belanda dalam perundingan Linggarjati adalah...
a. Sultan Hamid II,
b. Van Mook,
c. Van der Plas,
d. Lord Killearn,
e. Van der Capellen.

21. Perjuangan diplomasi melalui PBB oleh Indonesia menghasilkan Komisi Tiga Negara yang terdiri dari...
a. Australia, Belanda, dan Indonesia,
b. Australia, Belgia, dan Inggris,
c. Amerika Serikat, Belgia, dan Inggris,
d. Australia, Belgia, dan Amerika Serikat,
e. Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

22. Perwakilan dari Indonesia dalam perundingan Renville adalah...
a. Amir Syarifuddin,
b. Sutan Syahrir,
c. Abdulkadir,
d. Sungkono,
e. Soewandi.

23. Berikut ini merupakan hasil dari perundingan Renville, kecuali...
a. RI merupakan bagian dari RIS,
b. Daerah RI yang diduduki Belanda harus diakui sebagai daerah pendudukan Belanda,
c. Pasukan RI yang berada di daerah kantong ditarik ke RI,
d. RIS kedudukannya sejajar dengan negara Belanda dalam Uni Indonesia Belanda,
e. Penyerahan Irian Barat paling lambat satu tahun setelah perundingan.

24. Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 merupakan pemberontakan yang dipimpin oleh...
a. Kartosuwiryo,
b. Ibnu Hajar,
c. Muso,
d. Amir Fatah,
e. Daud Beureuh.

25. Pada tanggal 1 Maret 1949 Brigade X di bawah pimpinan Letkol Soeharto mengadakan Serangan Umum ke Yogyakarta dengan memakai sandi yaitu...
a. Operasi Trikora,
b. Operasi Tritura,
c. Merah Putih,
d. Tumpah Darah,
e. Janur Kuning.

26. Tokoh yang memipin BFO pada Konferensi Inter Indonesia adalah...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Amir Syarifuddin,
d. Sultan Hamid II,
e. Sutan Syahrir.

27. Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di...
a. Ajax, Belanda,
b. Amsterdam, Belanda,
c. Den Haag, Belanda,
d. Jakarta, Indonesia,
e. Surabaya, Indonesia.

28. Dalam perundingan KMB delegasi Belanda dipimpin oleh...
a. Mr. Van Maarseveen,
b. Van Mook,
c. Van der Plas,
d. Van der Capellen,
e. Lord Killearn

29. Berikut ini merupakan salah satu negara bagian RIS, kecuali...
a. Sumatera Barat,
b. Sumatera Timur,
c. Sumatera Selatan,
d. Madura,
e. Republik Indonesai.

30. Berikut ini merupakan daerah otonom dari negara RIS, kecuali...
a. Riau,
b. Bangka,
c. Dayak Besar,
d. Belitung,
e. Maluku.

Soal Esai

1. Sebutkan tindakan-tindakan heroik di berbagai kota di Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan!

2. Sebutkan perjuangan fisik yang ditempuh untuk mempertahankan kemerdekaan!

3. Sebutkan tujuan dari AFNEI datang ke Indonesia!

4. Sebutkan hasil dari perundingan RI-Belanda di Jakarta!

5. Sebutkan hasil dari perundingan Hooge Veluwe!

6. Sebutkan hasil dari perundingan Linggarjati!

7. Sebutkan hasil dari perundingan Renville!

8. Sebutkan reaksi dari dalam terhadap Aksi Militer II!

9. Sebutkan reaksi dari luar terhadap Aksi Militer II!

10. Sebutkan 7 negara bagian dan 9 daerah otonom dari negara RIS!

Latihan Soal Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Latihan Soal Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

A. Pilihan Ganda

1. Alasan para pemuda menolak aksi Soekarno yang hendak memintakan tanda tangan teks proklamasi kepada anggota PPKI adalah...
a. PPKI tidak membantu proses penyusunan teks proklamasi,
b. Terlalu memakan banyak waktu,
c. Sedang konflik dengan PPKI,
d. Tidak menyukai PPKI menandatangai teks proklamasi,
e. PPKI dianggap sebagai anteknya Jepang.

2. Berikut ini tempat yang digunakan untuk melakukan proklamasi adalah...
a. Jalan Imam Bonjol 1 Jakarta,
b. Jalan Menteng 31 Jakarta
c. Jalan Pegangsaan Barat 56 Jakarta,
d. Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta,
e. Jalan Husni Thamrin 23 Jakarta.

3. Tokoh berikut yang bertindak sebagai pengibar bendera dalam pelaksanaan proklamasi adalah...
a. Sayuti Melik dan Wikana,
b. Suhud dan Darwis,
c. Darwis dan Wikana,
d. Suhud dan Latif Hendraningrat,
e. Fatmawati dan Wikana.

4. Tokoh yang berperan untuk menjahit bendera pusaka saat pertama kali dikibarkan adalah...
a. Rahmawati,
b. Soekarni,
c. Darwis,
d. Sukmawati,
e. Fatmawati.

5. Waktu dilangsungkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah pada pukul...
a. 08.00 WIB,
b. 09.00 WIB,
c. 10.00 WIB,
d. 11.00 WIB,
e. 12.00 WIB.

6. Berikut ini merupakan media massa yang digunakan untuk penyebarluasan berita proklamasi oleh para pemuda sebagai berikut, kecuali...
a. Berita beranting,
b. Televisi,
c. Radio,
d. Selebaran kertas,
e. Surat kabar.

7. Radio yang digunakan dalam penyebarluasan berita proklamasi adalah...
a. Suara Indonesia,
b. Suara Asia,
c. Domei,
d. RRI,
e. Sanikai.

8. Orang yang berjasa dalam penyebarluasan berita proklamasi terutama pada radio adalah...
a. Wildan Panelewen,
b. Wikana,
c. Suhud,
d. Wilopo,
e. Badri Kamal.

9. Berikut ini adalah reaksi berbagai kalangan rakyat terhadap proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, kecuali...
a. Mengibarkan bendera Merah Putih,
b. Melucuti tentara Jepang,
c. Merebut gudang senjata milik Jepang,
d. Merebut kantor-kantor milik Jepang,
e. Menyatakan perang terhadap Jepang.

10. Perhatikan data berikut ini :
1) Untuk dijual kembali,
2) Untuk dimusnahkan.
3) Untuk menunjukkan bahwa rakyat memiliki kekuatan yang besar.
4) Agar tidak digunakan untuk membunuh rakyat,
5) Untuk digunakan sebagai modal dalam berjuang,
6) Agar tidak jatuh ke tangan sekutu.
Pernyataan yang sesuai dengan tujuan rakyat dan para pemuda melucuti senjata tentara Jepang adalah dengan tujuan yang ditunjukkan nomor...
a. 1, 2, dan 3,
b. 2, 3, dan 4,
c. 3, 4, dan 5,
d. 4, 5, dan 6,
e. 2, 3, dan 5.

11. Dengan adanya proklamasi maka menunjukkan bahwa Indonesia adalah sebagai negara yang merdeka dan...
a. Berbangsa,
b. Bermartabat,
c. Berdaulat,
d. Bernegara,
e. Berdemokrasi.

12. Untuk pertama kalinya presiden dan wakil presiden dipilih oleh...
a. Rakyat,
b. MPR,
c. DPR,
d. BPUPKI,
e. PPKI.

13. Tokoh yang dahulu menjabat sebagai menteri pendidikan pertama kali adalah...
a. K. H. Ahmad Dahlan,
b. Ki Hajar Dewantoro,
c. Achmad Soebardjo,
d. Mr. Soepomo,
e. Mashuri S. H.

14. Maklumat Pemerintah yang menyatakan kabinet presidensiil yang dibentuk pada awal kemerdekaan diganti kabinet parlementer adalah Maklumat Pemerintah...
a. 31 Agustus 1945,
b. 16 Oktober 1945,
c. 5 Oktober 1945,
d. 3 November 1945,
e. 14 November 1945.

15. Kelompok sosialis memberikan usulan pembentukan kabinet parlementer adalah dengan tujuan...
a. Agar kekuasaan presiden menjadi tidak tak terbatas,
b. Agar pemerintahaan semakin mendengarkan aspirasi rakyat,
c. Agar melaksanakan demokrasi yang sebenar-benarnya,
d. Membuat kekuatan rakyat semakin kuat,
e. Agar jajaran pemerintahan terhindar dari KKN.

16. Pada masa kabinet parlementer kedudukan perdana menteri dipegang oleh...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Amir Syarifuddin,
d. Sutan Syahrir,
e. Achmad Soebardjo.

17. Berikut ini adalah nama-nama provinsi yang dibentuk pada awal kemerdekaan, kecuali...
a. Sumatera Barat,
b. Jawa Barat,
c. Jawa Tengah,
d. Maluku,
e. Sunda Kecil.

18. Alasan dibekukannya rencana pemerintah untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia sebagai partai tunggal akhirnya dibekukan melalui Maklumat 31 Agustus 1945 dengan alasan agar...
a. Tidak dianggap sebagai negara liberal,
b. Indonesia dianggap negara demokrasi bukan facis,
c. Indonesia dianggap bukan negara komunis,
d. Meredam kekecewaan rakyat Indonesia atas pendukung partai lain,
e. Indonesia tidak dianggap sebagai negara unwillingnesstate.

19. Maklumat yang memuat tentang izin pemerintah terhadap rakyat yang ingin menyalurkan aspirasi dengan membentuk partai-partai diatur dalam Maklumat tanggal...
a. 31 Agustus 1945,
b. 16 Oktober 1945,
c. 5 Oktober 1945,
d. 3 November 1945,
e. 14 November 1945.

20. Pemerintah memiliki alasan khusus untuk tidak membentuk tentara dan hanya membentuk Badan Keamanan Rakyat pada awal kemerdekaan dengan alasan untuk...
a. Persenjataan Indonesia masih minim,
b. Sumber daya manusia untuk menjadi pasukan tentara masih sedikit,
c. Tidak memicu kekuatan asing,
d. Kurangnya keahlian dalam berperang,
e. Negara dianggap masih dalam keadaan aman.

21. Maklumat yang memuat tentang pembentukan TKR karena BKR dianggap kurang berfungsi adalah maklumat...
a. 31 Agustus 1945,
b. 16 Oktober 1945,
c. 5 Oktober 1945,
d. 3 November 1945,
e. 14 November 1945.

22. Badan-badan perjuangan yang ada di Indonesia dihimpun menjadi satu dalam wadah yaitu...
a. Komite Perjuangan Indonesia,
b. Tentara Keamanan Rakyat,
c. Badan Keamanan Rakyat,
d. Tentara Keamanan Indonesia,
e. Komite Van Aksi.

23. Badan-badan perjuangan yang ada di Indonesia dihimpun menjadi satu dalam wadah dengan pemimpinnya yaitu...
a. Ir. Soekarno,
b. Adam Malik,
c. Soekarni,
d. Achmad Soebardjo,
e. Sudirman.

24. Tujuan pemuda dari adanya peristiwa Rengasdengklok adalah...
a. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dapat mempersiapkan diri sebelum proklamasi,
b. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta tidak terpengaruh Jepang,
c. Menghindarkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dari serangan Jepang,
d. Menghindarkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dari pengaruh golongan tua,
e. Mengalih perhatian Jepang atas rencana proklamasi.

25. Berakhirnya peristiwa Rengasdengklok setelah adanya...
a. Jepang meninggalkan daerah sekitar tempat proklamasi,
b. Keamanan daerah sekitar tempat proklamasi kondusif,
c. Jaminan Achmad Soebardjo bahwa proklamasi akan segera dikumandangkan,
d. Golongan tua meminta maaf terhadap golongan muda,
e. Pertumpahan darah antara golongan tua dengan golongan muda.

26. Tokoh-tokoh yang ikut berperan dalam peristiwa Rengasdengklok terdiri atas para pemuda yaitu Soekarni, Yusuf Kunto, dan...
a. Achmad Soebardjo,
b. Wikana,
c. Sutan Syahrir,
d. Singgih,
e. Darwis.

27. Penyusunan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dilakukan di rumah Laksamana Maeda dengan alasan yang sangat penting yaitu...
a. Rumah Laksamana Maeda sangat strategis mudah dijangkau oleh banyak masyarakat,
b. Memiliki halaman yang cukup luas untuk dilangsungkan proklamasi,
c. Keamanannya yang terjamin,
d. Tempatnya yang berdekatan dengan rumah Ir. Soekarno,
e. Tempatnya yang berdekatan dengan salah satu media massa sehingga mudah untuk penyebar luasan informasi.

28. Tulisan klad teks proklamasi adalah tulisan dari...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Sayuti Melik,
d. Achmad Soebardjo,
e. Laksamana Maeda.

29. Berikut ini adalah pihak-pihak yang ikut terkait dalam proses penyusunan teks proklamasi secara langsung maupun tidak langsung, kecuali...
a. Anggota PPKI,
b. Mohammad Hatta,
c. Supriyadi,
d. Sudiro,
e. Achmad Soebardjo.

30. Penulisan tahun 05 dalam teks proklamasi merupakan...
a. Tahun Saka,
b. Tahun Jepang
c. Tahun Masehi,
d. Tahun Hijriyah,
e. Tahun Jawa.


Soal Esai

1. Sebutkan minimal 5 sikap dalam menyukuri nikmat Allah SWT. yang berupa kemerdekaan!

2. Jelaskan mengapa terjadi konflik antara golongan muda dengan golongan tua!

3. Mengapa golongan muda tidak ingin proklamasi ada campur tangan dari pihak Jepang?

4. Jelaskan tujuan pemerintah mengeluarkan Maklumat 3 November 1945!

5. Sebutkan badan-badan yang ikut termasuk dalam Komite Van Aksi!

6. Jelaskan kondisi politik pada awal kemerdekaan!

7. Jelaskan kondisi ekonomi pada awal kemerdekaan!

8. Sebutkan 8 provinsi beserta pemimpinnya pada awal kemerdekaan!

9. Sebutkan tugas Komite Nasional setelah keluarnya Maklumat No. X tanggal 16 Oktober 1945!

10. Jelaskan apa yang dimaksud teks proklamasi klad dan autentik!

Latihan Soal Sejarah Masa Pendudukan Jepang

Latihan Soal Sejarah Masa Pendudukan Jepang

A. Pilihan Ganda

1. Secara resmi penjajahan Jepang di Indonesia ditandai oleh...
a. Jepang mengalahkan Belanda,
b. Jepang mengalah kepada sekutu,
c. Jepang berhasil menguasai daerah Batavia,
d. Penandatanganan Jepang terhadap perjanjian Kalijati,
e. Penandatanganan Jepang terhadap perjanjian Bongaya.

2. Dalam perjanjian yang menyatakan resminya penjajahan Jepang di Indonesia diwakili oleh...
a. Hitoshi Imamura,
b. Sasaki Kojiro,
c. Laksamana Maeda,
d. Miyamoto Musashi,
e. Laksamana Terauci.

3. Dalam mengorbarkan Perang Asia Timur Raya, Jepang memiliki tujuan untuk...
a. Mengalahkan Amerika Serikat,
b. Memperoleh sumber daya alam yang melimpah,
c. Membangun Asia Raya,
d. Memperoleh pasokan rempah-rempah,
e. Menyelamatkan saudara tua dari cengkraman sekutu.

4. Basis dari Armada Selatan Kedua yang dimiliki oleh Jepang berada di...
a. Makassar,
b. Jakarta,
c. Surabaya,
d. Medan,
e. Bukittinggi.

5. Basis dari Tentara Kedua Puluh Lima yang dimiliki oleh Jepang berada di...
a. Bukittinggi,
b. Surabaya,
c. Makassar,
d. Tarakan,
e. Jakarta.

6. Jabatan Panglima Militer Jepang pada saat menjajah di Indonesia dipegang oleh...
a. Gunshirekan,
b. Gunseibu,
c. Gunseikan,
d. Zaimobu,
e. Kotsubu.

7. Kekuasaan terendah dalam pemerintahan Jepang saat menjajah di Indonesia adalah kelurahan atau juga biasa disebut...
a. Ku,
b. Syi,
c. Ken,
d. Gun,
e. Son.

8. Kedatangan Jepang di Indonesia semula disambut dengan baik oleh rakyat Indonesia karena Jepang...
a. Mendirikan lapangan pekerjaan di Indonesia,
b. Ingin bekerjasama dengan Indonesia mengalahkan sekutu,
c. Ingin melindungi Indonesia dari serangan sekutu,
d. Melakukan propaganda sebagai saudara tua,
e. Mendirikan perdagangan di Indonesia.

9. Propaganda yang dilakukan oleh Jepang untuk menarik minat dan simpatisan dari Indonesia adalah dengan...
a. Membuat slogan 3A,
b. Membangun infrastruktur di Indonesia,
c. Membentuk PUTERA,
d. Membentuk Jawa Hokokai,
e. Membentuk Seinendan.

10. Organisasi yang dibentuk sebagai propaganda Jepang kepada Indonesia adalah...
a. Gerakan 3A,
b. Seinendan,
c. Jawa Hokokai,
d. PETA,
e. MIAI.

11. Organisasi yang dipimpin oleh serangkaian tokoh empat serangkai adalah...
a. PETA,
b. PUTERA,
c. MIAI,
d. Cuo Sangi In,
e. Jawa Hokokai.

12. Organisasi bawaan zaman Belanda yang masih tetap bertahan pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia adalah...
a. Jawa Hokokai,
b. PUTERA,
c. PETA,
d. MIAI,
e. Keibodan.

13. Salah satu pembuktian untuk meningkatkan kebaktian rakyat Jawa dengan adanya...
a. Bergabung dengan pasukan Jepang,
b. Memberikan upeti kepada Jepang,
c. Menegakkan keadilan di tanah Jawa,
d. Bersedia berkorban jiwa dan raga,
e. Mengangkat senjata kepada sekutu.

14. Organisasi PUTERA dibentuk dengan tujuan untuk...
a. Membentuk mental semangat nasionalisme yang kuat bagi pemuda Indonesia,
b. Mendidik kedisiplinan rakyat Indonesia,
c. Membentuk kalangan cendekiawan,
d. Membentuk pasukan inti perang Jepang,
e. Menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.

15. Organisasi bentukan zaman pendudukan Jepang di Indonesia yang berfungsi untuk meringankan tugas polisi adalah...
a. PETA,
b. Keibodan,
c. Seinendan,
d. PUTERA,
e. Heiho.

16. Organisasi bentukan zaman pendudukan Jepang di Indonesia yang berdinas dalam militer Jepang adalah...
a. PETA,
b. Keibodan,
c. Seinendan,
d. Heiho,
e. PUTERA.

17. Supriyadi salah seorang pemimpin PETA dinyatakan telah hilang setelah terjadinya...
a. Peristiwa pemberontakan rakyat Cepu,
b. Peristiwa PETA di Blitar,
c. Aksi luar biasa rakyat Banten,
d. Peristiwa Sukamanah,
e. Peristiwa Cotpleng.

18. Terjadinya gerakan rong-rongan bawah tanah merupakan efek balik dari semua penderitaan yang diwujudkan atas bentuk reaksi dari...
a. Penindasan yang semena-mena bagi kaum pribumi oleh tentara Jepang,
b. Dilarangnya kegiatan belajar mengajar,
c. Dilarangnya adanya kegiatan politik,
d. Dilarangnya kebebasan beragama,
e. Penyanderaan tokoh-tokoh nasionalisme.

19. Di bawah ini merupakan tokoh-tokoh yang terlibat dalam gerakan bawah tanah, kecuali...
a. Mohammad Hatta,
b. Soekarni,
c. Sutan Syahrir,
d. Achmad Soebardjo,
e. Adam Malik.

20. Jabatan tertinggi dalam organisasi PETA disebut dengan...
a. Codanco,
b. Bundanco,
c. Daidanco,
d. Shodanco,
e. Gunshirekan.

21. Organisasi wanita bentukan zaman pendudukan Jepang di Indonesia yang turut serta dalam kegiatan militer Jepang adalah...
a. Sakurai,
b. Seinendan,
c. Fujinkai,
d. Jugun Ianfu,
e. Jibakutai.

22. Tonarigumi dibentuk oleh Jepang yang memiliki tujuan untuk...
a. Mengurusi administrasi kependudukan,
b. Menajalankan keamanan dan ketertiban,
c. Menagih pajak,
d. Melatih pemuda untuk berperang,
e. Mencari sumber daya alam dan manusia.

23. Propaganda kerja sukarela yang diadakan oleh Jepang disebut juga...
a. Romusha,
b. Kinrohosi,
c. Rodi,
e. Gerakan 3A,
d. Jawa Hokokai.

24. Propaganda kerja paksa yang diadakan oleh Jepang disebut juga...
a. Jawa Hokokai,
b. Kinrohosi,
c. Rodi,
e. Gerakan 3A,
d. Romusha,.

25. Perlawanan atas penderitaan dan kesengsaraan rakyat Aceh terhadap Jepang dipimpin oleh...
a. Cut Nyak Dien,
b. Cut Mutia,
c. Tengku Abdul Mustafa,
d. Tengku Abdul Jalil,
e. Teuku Umuh Muchtar.

26. Perlawanan atas penderitaan dan kesengsaraan rakyat Singaparna terhadap Jepang dipimpin oleh...
a. Ki Hajar Dewantara,
b. K. H. Abdul Muis,
c. K. H. Zainal Abidin,
d. K. H. Zainal Mustafa,
e. K. H. Muhammad Saleh.

27. Berakhirnya penjajahan Jepang di Indonesia ditandai dengan...
a. Belanda mengambil alih kekuasaan Jepang terhadap Indonesia,
b. Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu,
c. Tentara Jepang ditarik oleh Panglima Militer Jepang,
d. Jepang menyerah kepada sekutu,
e. Jepang menandatangani perjanjian Linggarjati.

28. Dampak yang ditimbulkan dalam bidang sosial pada masa penjajahan Jepang antara lain adalah...
a. Seikeirei mulai merebak di bumi Indonesia,
b. Tindakan asusila yang dilakukan oleh tentara Jepang,
c. Pendidikan dilarang oleh Jepang,
d. Waktu mengikuti waktu Tokyo,
e. Upacara Tancosestu.

29. Pada masa penjajahan Jepang banyak rakyat Indonesia memakai pakaian dari karung goni yang merupakan dampak dari kebijakan...
a. Politik devide et impera,
b. Ekonomi autarki,
c. Pemberhentian impor,
d. Pemberhentian ekspor,
e. Eksibisi.

30. Wanita-wanita yang digunakan sebagai pemuas nafsu tentara Jepang disebut dengan...
a. Fujinkai,
b. Sakurai,
c. Gyujikai,
d. Jugun Ianfu,
e. Jugun Watashai.


B. Soal Esai

1. Jelaskan mengapa Jepang mengobarkan Perang Asia Timur Raya!

2. Mengapa Jepang melakukan penghancuran di Pearl Harbour?

3. Bagaimana cara Jepang memikat hati dan simpatisan rakyat Indonesia?

4. Sebut dan jelaskan organisasi pergerakan pada masa penjajahan Jepang!

5. Jelaskan apa yang dimaksud Seikeirei!

6. Bagaimana dampak sosial dari penjajahan Jepang?

7. Sebutkan 5 departemen pada pemerintahan militer Jepang!

8. Sebutkan 3 daerah kekuasaan pembentukan pemerintahan militer Jepang!

9. Sebutkan Slogan Gerakan 3A!

10. Gambarkan semboyan dari Gerakan 3A!

Materi Sejarah Pembentukan Negara RIS

Materi Sejarah Pembentukan Negara RIS

Hasil KMB adalah dibentuknya negara Republik Indonesia Serikat. Negara Republik Indonesia Serikat terdiri dari tujuh negara bagian dan sembilan merupakan daerah otonom.

1. Negara Bagian RIS
a. Republik Indonesia,
b. Jawa Timur,
c. Pasundan,
d. Madura,
e. Sumatera Timur,
f. Sumatera Selatan,
g. Negara Indonesia Timur.

2. Daerah Otonom
a. Jawa Tengah,
b. Riau,
c. Bangka,
d. Belitung,
e. Kalimantan Timur,
f. Kalimantan Tenggara,
g. Kalimantan Barat,
h. Banjar,
i. Dayak Besar.

Negara Republik Indonesia Serikat terdiri dari 15 negara-negara boneka yang merupakan hasil dari bentukan Belanda dan ditambah negara Republik Indonesia, sehingga jumlahnya menjadi 16 negara bagian.

Penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada RIS pada 27 Desember 1949 dilakukan juga tiga upacara resmi yang dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

1. Upacara resmi di Amsterdam, Belanda.
Naskah penyerahan kedaulatan ini ditandatangani oleh :
1. Mr. A. M. J. A. Sassen,
2. Ratu Yuliana, yang merupakan ketua Uni Indonesia-Belanda,
3. Drs. Mohammad Hatta, yang merupakan delegasi RIS,
4. Dr. Willem Dress, yang merupakan delegasi Belanda.

2. Upacara resmi di Jakarta, Indonesia.
Naskah penyerahan kedaulatan ini ditandatangani oleh :
1. A. H. J. Lovink, yang merupakan delegasi Belanda,
2. Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang merupakan delegasi RIS.

3. Upacara resmi di Yogyakarta, Indonesia.
Penyerahan kedaulatan RI kepada RIS dilakukan oleh Pejabat Presiden Mr. Asaat kepada A. Mononutu yang merupakan Menteri Penerangan RIS.

Materi Sejarah Aksi Militer Belanda II

Materi Sejarah Aksi Militer Belanda II

Setelah terlaksana Perundingan Renville yang hasilnya merugikan bagi bangsa Indonesia, Belanda masih melayangkan tuntutan untuk diciptakannya Garis Van Mook, tuntutan tersebut sangatlah sulit diterima oleh Indonesia yaitu merupakan garis terdepan yang menghubungkan wilayah Indonesia yang sedang diduduki oleh Belanda dalam melakukan agresi. Akhirnya tuntutan yang dilayangkan oleh Belanda ini ditolak oleh Indonesia, hal tersebut menjadikan alasan Belanda melakukan penyerangan terhadap Indonesia.

Terjadinya peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia membuah pertahanan Indonesia semakin lemah, namun hal ini menjadi kabar baik bagi pihak Belanda. Dengan melihat kelemahan pertahanan Indonesia, dipimpin oleh Dr. Beel Belanda melakukan pengingkaran hasil persetujuan Renville yang dinyatakan pada 18 Desember 1948. Pada tanggal 19 Desember 1949 Belanda melakukan Agresi Militer Belanda II secara besar-besaran di ibukota Yogyakarta.

Agresi Militer Belanda II dilaksanakan pada pukul 16.00 dengan serangan yang dimulai dari Lapangan Terbang Maguwo dan dilanjutkan ke seluruh kota Yogyakarta. Dengan demikian Belanda berhasil merebut dan menguasai seluruh daerah yang ada di Yogyakarta. Para pemimpin negara Indonesia tidak sempat untuk melarikan diri, pada saat Presiden Ir. Soekarno akan ditangkap oleh Belanda, Ir. Soekarno sempat mengirimkan mandat kepada Mr. Syafruddin melalui komunikasi radio, mandat dari Ir. Soekarno berisi untuk memerintahkan Mr. Syafruddin untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan pusatnya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dengan dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia membuat pemerintahan Republik Indonesia masih tetap berdiri meskipun negara Indonesia diduduki oleh Belanda serta para pemimpin negara ditangkap.

Para pemimpin negara seperti Ir. Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Syahrir ditangkap dan diasingkan di Brastagi, lalu dipindahkan ke Prapat yaitu tepi Danau Toba. Akhirnya para pemimpin tersebut dipindahkan lagi ke daerah Muntok yaitu tepatnya di Pulau Bangka bertemu juga dengan pemimpin lainnya seperti Mohammad Hatta, Mohammad Roem, Abdoel Kareem Pringgodigdo, Suryadi Suryadharma dan Mr. Assaat dari Yogyakarya yang langsung ditangkap dan diasingkan di Muntok, Pulau Bangka.

Setelah berhasil dalam menduduki Yogyakarta serta mengasingkan para pemimpin negara, Belanda memiliki niat untuk mendirikan pemerintahan di Indonesia sebagai alat untuk menjalankan lagi kolonialisme di Jawa, dengan alih-alih membujuk Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk dijadikan sebagai wali negara. Namun permintaan ini ditolak dengan tegas oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Penolakan tersebut membuat harapan Belanda menjadi pupus. Kedudukan Belanda yang berada di Yogyakarta menjadi tidak aman karena seringnya mendapatkan serangan oleh gerilyawan Indonesia.

Karena terjadinya ketidak seimbangan antara angkatan bersenjata Indonesia dalam menghadapi serangan besar-besaran dalam Agresi Militer Belanda II membuat Panglima Sudirman melakukan gerilya di luar Yogyakarta.

Dalam melaksanakan gerilya, poin-poin penting yang disasar oleh para pejuang gerilya adalah seperti melakukan blokade konvoi amunisi logistik, memotong kabel telepon dan jembatan. Untuk mengatasi hal ini Belanda terpaksa membuat pos-pos pertahanan di luar kota Yogyakarta dan melakukan konvoi pengawalan terhadap amunisi logistik, hal ini membuat kekuatan Belanda menjadi terpecah-pecah dan kekuatan Belanda di dalam kota Yogyakarta menjadi lemah.

Tepat pada tanggal 1 Maret 1949 dilancarkannya Serangan Umum ke Yogyakarta yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto dengan sandinya yang terkenal yaitu "Janur Kuning". Pada serangan ini Tentara Republik Indonesia mampu menguasai Yogyakarta dengan membutuhkan waktu hanya 6 jam, lalu pasukan ini ditarik kembali ke pos-posnya masing-masing untuk menghindari terjadinya serangan balik yang dilakukan oleh Belanda.

Arti penting yang dapat diambil dari serangan umum ini antara lain adalah :
1. Menunjukan kepada dunia internasional bahwa TNI masih memiliki kekuatan dan Republik Indonesia masih berdiri,
2. Menurunkan mental pasukan Belanda,
3. Meningkatkan semangat juang dan kepercayaan bagi TNI,
4. Mengembalikan kepercayaan rakyat kepada TNI.

Agresi Militer II yang dilakukan oleh Belanda mendapatkan sejumlah reaksi yang berasal dari dalam maupun luar negeri seperti berikut ini.

Reaksi Dalam Negeri 
1. Negara Republik Indonesia mengamanatkan tugas kepada Lambertus Nicodemus Palar untuk memberikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB,
2. Negara Pasundan melakukan pembubaran kabinet setelah tidak setujunya dengan politik Belanda,
3. Negara Indonesia Timur yang dipimpin oleh Anak Agung Gde Agung melaksanakan sidang kilat yang kemudian membubarkan diri dan menyerahkan kembali mandat kepada Presiden Republik Indonesia.


Reaksi Luar Negeri
1. Jawaharlal Nehru yang menjabat sebagai Menteri India menyatakan dukungan dengan mengadakan konferensi antarnegara Asia dengan dihadirinya 19 negara,
2. India, Sri Lanka, da Pakistan menyatakan dukungan dengan melarang kapal perang dan pesawat Belanda melewati wilayah negaranya.

Selain itu reaksi luar dunia internasional dijelaskan sebagai berikut ini.
A. Resolusi PBB,
Resolusi PBB pada 28 Januari 1949 yang berdasarkan Resolusi New Delhi mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan dengan isi sebagai berikut ini :
1. Indonesia-Belanda melakukan gencatan senjata,
2. Komisi Tiga Negara digantikan dengan tugas melancarkan perundingan Indonesia-Belanda,
3. Segera diadakan perundingan antara Indonesia-Belanda selambat-lambatnya pada 1 Juli 1949,
4. Para tokoh pemimpin RI yang ditahan Belanda segera dibebaskan,
5. Segera dilaksanakan penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada RIS.

Pada awalnya Belanda tidak mau menggubris Resolusi New Delhi maupun Resolusi PBB, karena Belanda yakin bahwa mereka akan berhasil merebut Republik Indonesia dengan kekuatan militernya. Namun setelah Belanda terdesak oleh pejuang gerilyawan, akhirnya Belanda mau menaati resolusi ini. Selanjutnya UNCI berhasil membawa Belanda dan Indonesia ke meja perundingan.

B. Persetujuan Roem-Royen
Dalam Persetujuan Roem-Royen ini Indonesia diwakili delegasinya yaitu Mr. Mohammad Roem dan Belanda diwakili oleh Dr. Van Royen. Pada persetujuan tersebut menghasilkan isi sebagai berikut ini :
1. Melaksanakan gencatan senjata,
2. Segera diadakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag,
3. Pembebasan para tokoh pemimpin RI yang ditahan di Belanda,
4. Pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta.

Dalam wujud pelaksanaan isi dari Roem-Royen maka para tokoh pemimpin RI dibebaskan. Selanjutnya pesawat UNCI dikembalikan ke Yogyakarta. Pada 16 Juli 1949, rombongan Presiden dan Wakil Presiden RI mendarat di Lapangan Terbang Maguwo. Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden RI ini disambut dengan penuh haru oleh masyarakat Indonesia.

C. Konferensi Inter Indonesia
Konferensi Inter Indonesia merupakan konferensi yang dilaksanakan sebelum diadakannya Konferensi Meja Bundar. Konferensi Inter Indonesia diadakan dengan mempertemukan antara delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mohammad Hatta dengan BFO (Bijeen Komstvoor Federal Overleg) yang dipimpin oleh Sutan Hamid II. Konferensi ini diadakan untuk mempersatukan pendapat yang akan diajukan dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag nantinya. Konferensi terjadi dalam dua tahap yaitu pada 19 sampai 22 Juli 1949 di Yogyakarta dan 31 Juli sampai 2 Agustus di Jakarta. Hasil dari konferensi ini adalah sebagai berikut :
1. Tanggal 17 Agustus tetap menjadi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,
2. Negara yang akan dibentuk nanti dinamakan Republik Indonesia Serikat (RIS),
3. Bendera yang digunakan RIS adalah sang saka Merah Putih dan lagu kebangsaan RIS adalah Indonesia Raya serta memakai bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia.

D. Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar diselenggarakan pada 23 Agustus sampai dengan 2 September 1949 berada di Den Haag, Belanda. Peserta yang mengikuti konferensi ini antara lain :
1. Delegasi Belanda yang dipimpin oleh Mr. Van Maarseveen,
2. Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta,
3. Delegasi BFO yang dipimpin oleh Sultan Hamid II,
4. UNCI yang diwakili oleh Chritcley.

Konferensi ini berlangsung sangat lambat karena pihak-pihak yang mengikuti konferensi ini bersikeras dengan mempertahankan kehendak yang inginkan. Konferensi ini membicarakan tentang :
1. Tentara Nasional Indonesia,
Belanda menginginkan bahwa KNIL dilebur dengan TNI, namun Indonesia menginginkan KNIL dibubarkan.
2. Irian Barat,
Belanda menginginkan Irian Barat dipisahkan dari Indonesia, tetapi Indonesia menolak usulan ini, Akhirnya masalah Irian Barat diserahkan kepada Indonesia setelah satu tahun penyerahan kedaulatan Republik Indonesia.
3. Keuangan,
Belanda menginginkan semua hutang biaya perang Hindia Belanda dari 1941 sampai dengan 1949 di tanggung oleh RIS, namun Indonesia menolak usulan ini.
4. Kedaulatan,
Indonesia menginginkan pengakuan kedaulatan, namun Belanda memilih istilah penyerahan kedaulatan.

Hasil dari Konferensi Meja Bundar :
1. RIS dan Kerajaan Belanda merupakan uni Indonesia-Belanda yang dipimpin oleh Ratu Belanda,
2. Hutang perang Hindia-Belanda ditanggung RIS,
3. TNI menjadi tentara inti RIS,
4. Indonesia menjadi negara RIS,
5. Penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada RIS paling lambat akhir 1949,
6. Kedudukan Irian Barat akan ditentukan paling lambat satu tahun setelah penyerahan kedaulatan.

Materi Sejarah Perjuangan Menghadapi Agresi Militer Belanda I

Materi Sejarah Perjuangan Menghadapi Agresi Militer Belanda I

Setelah kurang lebih empat bulan Perundingan Linggarjati disepakati oleh Indonesia dan Belanda, namun secara sepihak Belanda mengingkari hasil dari perundingan tersebut. Belanda masih menuntut dengan mengajukan keinginan kepada pemerintah Indonesia dengan dibentuknya pemerintahan federal sementara yang meliputi wilayah Republik Indonesia dan dibentuknya gendarmerie. Tuntutan tersebut tentu saja ditolak penuh oleh pemerintah, hal tersebut sama saja meniadakan Republik Indonesia. Penolakan tuntutan oleh pemerintah Indonesia inilah yang menjadikan alasan Belanda untuk melancarkan serangan kepada Republik Indonesia di wilayah Sumatera dan Jawa yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda I. Akibat agresi tersebut sontak menimbulkan reaksi keras dari dunia internasional seperti India dan Australia yang menuntut Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan masalah sengketa Indonesia-Belanda. Namun tuntutan tersebut di protes oleh utusan PBB dari Belanda yang menganggap bahwa masalah tersebut merupakan masalah dalam negeri Belanda, Belanda menganggap bahwa Republik Indonesia belum merupakan negara yang berdaulat penuh. Namun hal ini disangkal keras oleh negara-negara seperti Amerika Serikat, India, Australia, dan Rusia.

Selanjutnya tuntutan dari Australia dan India diterima oleh Dewan Keamanan PBB dan selanjutnya Dewan Keamanan PBB pada 1 Agustus 1947 mengeluarkan keputusan kepada Indonesia dan Belanda untuk melakukan gencatan senjata. Selanjutnya pada 11 Agustus 1947 pemerintah RI mendapatkan permintaan menghadiri sidang Dewan Keamanan PBB untuk melakukan pembicaraan dengan Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim sebagai juru bicara. Dalam pembicaraan tersebut wakil Indonesia tersebut dalam sidang menjelaskan tentang bagaimana perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Perjuangan diplomasi melalui PBB ini pun memberikan hasil dengan tindak lanjut dibentuknya KTN atau Komisi Tiga Negara yang mana komisi tersebut terdiri dari Australia yang dipilih Indonesia, Belgia yang dipilih oleh Belanda, dan Amerika Serikat dipilih Belgia dan Australia, komisi tersebut bertugas untuk menghentikan sengketa Indonesia-Belanda.


Perundingan Renville

Atas kerja Komisi Tiga Negara membuat Indonesia-Belanda dipertemukan lagi dalam meja perundingan yang terjadi pada 8 Desember 1947 di atas kapal perang Amerika Serikat yang bernama USS Renville. Dalam perundingan tersebut Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin sedangkan Belanda diwakili oleh Abdulkadir Widjojoatmodjo, Abdul Kadir Widjojoatmodjo merupakan orang Indonesia yang memihak Belanda. Hasil dari Perundingan Renville baru berhasil ditanda tangani pada 17 Januari 1948 dengan hasil sebagai berikut :
1. Republik Indonesia Serikat memiliki kedudukan yang sejajar dengan Belanda dan Uni Indonesia-Belanda,
2. Belanda masih berdaulat atas seluruh wilayah Republik Indonesia dan berakhir apabila kedaulatannya diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat.
3. Republik Indonesia merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat,
4. Pasukan Republik Indonesia di daerah kantong atau daerah kekuasaan Belanda harus ditarik ke Republik Indonesia,
5. Daerah Republik Indonesia yang diduduki Belanda yang merupakan hasil Agresi Militer I, harus diakui sebagai daerah pendudukan Belanda.

Hasil perundingan dari Perundingan Renville membuat Indonesia mengalami kerugian dikarenakan yang semula Perundingan Linggarjati yang menghasilkan keputusan wilayah Republik Indonesia terdiri atas Sumatera, Jawa, dan Madura menjadi dikurangi akibat daerah-daerah tersebut direbut oleh Belanda dalam Agresi Militer I.

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia

Pemerintahan Republik Indonesia semakin mengalami berbagai kesulitan diantaranya seperti Partai Komunis Indonesia yang berusaha menggulingkan negara Republik Indonesia. Salah satu tokoh pimpinan Partai Komunis Indonesia seperti Muso yang baru saja kembali dari Uni Sovier pada 11 Agustus 1948 sejak tahun 1926 memanfaatkan kondisi situasi di negara Indonesia yang mengalami krisis ekonomi dan politik untuk mendapatkan simpatisan masyarakat dengan mengkritik kekurangan pemerintahan dan tokoh nasional.

Partai Komunis Indonesia yang dipimpin oleh Muso mengajukan berbagai tuntutan kepada pemerintah Republik Indonesia sebagai berikut ini :
1. Melakukan pertukaran duta dengan Uni Soviet,
2. Menghentikan perundingan dengan Belanda,
3. Memberikan kuota separuh anggota kabinet untuk diberikan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

Karena tuntutan yang tidak mendapatkan tanggapan oleh pemerintah Republik Indonesia, maka Partai Komunis Indonesia melancarkan pemberontakan di Madiun pada 18 September 1948. Hasil dari pemberontakan tersebut membuat Madiun berhasil dikuasai oleh Partai Komunis Indonesia. Tak tinggal diam pemerintah Indonesia mengerahkan kesatuan melalui Kolonel Sungkono, Kolonel Gatot Subroto, Letnan Kolonel Ali Sadikin, Mayor Jonosewojo, Mayor Sabaruddin, Kolonel Abdul Haris Nasution, dan sebagainya. Kesatuan ini berasal dari Jawa Barat (Divisi Siliwangi), Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hanya membutuhkan waktu kurang dari dua bulan Madiun dan daerah lainnya yang dikuasai Partai Komunis Indonesia berhasil direbut kembali oleh pemerintah Indonesia. Tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia, Muso berhasil ditembak mati ditempat saat melarikan diri, sedangkan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya di tangkap dan dihukum mati. Akhirnya pemberontakan Partai Komunis Indonesia sudah berhasil diredam meskipun memakan korban yang banyak serta sempat membuat pertahanan Indonesia menjadi lemah.

Materi Sejarah Mempertahankan Kemerdekaan Dari Sekutu Dan Belanda

Materi Sejarah Mempertahankan Kemerdekaan Dari Sekutu Dan Belanda

Upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia benar-benar diuji ketika belum genap sampai satu bulan lamanya menikmati sebuah kebebasan dari penjajahan, tentara sekutu yang dipimpin oleh Laksamana Muda Petterson mendarat pada 24 September 1945 di Tanjung Priok, Jakarta. Tentara sekutu dengan pasukan khususnya AFNEI atau Allied Forces Netherland East India dengan pimpinannya Sir Phillip Christison datang ke Indonesia untuk melaksanakan tujuan sebagai berikut ini :
1. Mengumpulkan keterangan terhadap penjahat perang dan mengadili mereka di pengadilan sekutu,
2. Mengurus orang Belanda yang ditawan oleh pihak Jepang,
3. Menerima penyerahan kekuasaan oleh Jepang,
4. Melaksanakan ketertiban dan keamanan,
5. Melucuti Jepang yang kalah dengan sekutu.

Awal mulanya Indonesia berniat untuk membantu tugas sekutu untuk melaksanakan tugasnya, akan tetapi setelah mengetahui bahwa AFNEI diboncengi oleh NICA atau Netherland Indies Civil Administration menjadi waspada. Pasukan NICA dipimpin langsung oleh Van Der Plas dan Van Mook memiliki maksud untuk menghidupkan kembali pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia. Kewaspadaan pemerintah Indonesia ini ditunjukan dengan timbulnya berbagai konflik antara rakyat Indonesia dengan sekutu dan NICA.

Perjuangan Fisik

Perjuangan fisik adalah perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia melalui medan perang menggunakan pertempuran senjata.

A. Bandung Lautan Api,
Perjuangan fisik oleh rakyat Bandung terjadi dengan pertempuran melawan tentara Jepang pada 10 Oktober 1945 di daerah Bandung dan sekitarnya. Penyebab terjadinya pertempuran melawan tentara Jepang dikarenakan tentara Jepang masih berada di Bandung dan tidak segera untuk pergi padahal Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Setelah itu juga terjadi pertempuran melawan sekutu yang dikarenakan kesalahpahaman pada 6 Desember 1945. Perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Bandung mencapai klimaksnya ketika para pejuang Bandung mulai merasa terdesak, mereka pun melakukan pembakaran kota Bandung agar kota tersebut tidak dimanfaatkan oleh musuh.

B. Pertempuran Lima Hari Semarang,
Pertempuran lima hari di Semarang terjadi antara pasukan Jepang yang dipimpin oleh Mayor Kido dengan pasukan Tentara Keamanan Rakyat pada 15 sampai dengan 20 Oktober 1945 yang merupakan imbas dari pasukan Jepang yang meracuni sumber air minum di area Candi Semarang. Saat itu Dr. Karyadi yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Rumah Sakit Semarang melakukan pengecekan terhadap sumber air yang terdapat pada sumber air di area Candi Semarang namun dihalangi oleh tentara Jepang dan kemudian Dr. Karyadi ditembak mati oleh tentara Jepang. Dengan tewasnya Dr. Karyadi memicu terjadinya pertempuran lima hari di Semarang dan berakhir ketika sekutu datang melucuti tentara Jepang pada 20 Oktober 1945.

C. Medan Area,
Pertempuran Medan Area terjadi disebabkan oleh mendaratnya tentara Inggris pada 18 Oktober 1945 yang membuat NICA mendapatkan sebuah amunisi tambahan untuk menguasai Medan dengan mengeluarkan teror-teror yang dilakukan oleh sekutu. Mereka pun juga melakukan pengakuan secara sepihak atas wilayah Medan sebagai milikinya. Hal tersebut membuat rakyat Medan dan sekitarnya dan meletusnya pertempuran Medan Area.

D. Pertempuran 10 November 1945,
Awal mula kedatangan Inggris di Surabaya untuk bertugas mengawal keamanan di Indonesia, meskipun harus berperang dengan rakyat Surabaya. Dalam pertempuran dengan rakyat Surabaya membuat Jendral Mallaby tewas dibunuh oleh arek-arek Surabaya. Setelah itu Inggris mengeluarkan sebuah ultimatum yang berbunyi "Bagi siapa yang merasa membunuh Brigadir Jendral Mallaby untuk menyerahkan dirinya dan bagi penduduk yang memiliki senjata supaya menyerahkan senjatanya paling lambat pukul 06.00 WIB pada tangga 10 November 1945". Rakyat Surabaya pun tidak mengindahkan ultimatum tersebut karena ultimatum tersebut merupakan penghinaan bagi rakyat Surabaya dan bangsa Indonesia. Pada puncaknya meletuslah pertempuran besar-besaran pada tanggal 10 November 1945 antara sekutu melawan rakyat Surabaya yang dipimpin langsung oleh Bung Tomo dan Gubernur Suryo. Tepat pada hari tersebut juga diperingati sebagai Hari Pahlawan.

E. Puputan Bali,
Pertempuran Puputan Bali atau pertempuran habis-habisan ini dimulai pada April 1946 yang dipimpin langsung oleh I Gusti Ngurah Rai dengan pasukannya yang bernama Ciung Wanara yang sudah beberapa kali menghasilkan kemenganan perang. Dalam pertempurannya pasukan Ciung Wanara mengalami keterbatasan senjata yang mengharuskannya terdesak dan bertahan di Desa Marga. Di daerah tersebut I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk melakukan Perang Puputan atau habis-habisan pada 18 November 1946, I Gusti Ngurah Rai bersama sebagian besar pasukannya gugur dalam perang. Sehingga perang ini disebut juga Pertempuran Margarana.

F. Pertempuran Ambarawa,
Pertempuran Ambarawa terjadi antara sekutu dengan Belanda melawan Tentara Keamanan Rakyat pada 21 November 1945 sampai dengan 15 Desember 1945 yang disebabkan oleh sekutu secara sepihak membebaskan tawanan orang Belanda yang ditawan di Ambarawa dan Magelang. Akhirnya sekutu berhasil dipukul mundur pada 15 Desember 1945 oleh Divisi V yang dipimpin langsung oleh Kolonel Sudirman. Keberhasilan memukul mundur sekutu diperingati juga sebagai Hari Infantri dan dikenang dengan didirikannya Tugu Pahlawan Ambarawa.

G. Peristiwa Merah Putih Manado,
Peristiwa Merah Putih terjadi di Manado pada 14 Februari 1946 dimana para pemuda Manado dan rakyat beserta barisan pejuang melaksanakan aksi perebutan kekuasaan pemerintahan Belanda yang berada di Manado, Minahasa, dan Tomohon yang mengakibatkan kurang lebih 600 orang tentara dan tokoh Belanda berhasil di tawan.
Selang dua hari setelah peristiwa tersebut yaitu pada 16 Februari 1946 para pemuda dan rakyat serta barisan pejuang melakukan penyebarluasan kabar bahwa Manado sudah menjadi kekuasaan rakyat Indonesia sehingga mereka mengibarkan bendera Merah Putih di Manado selama sebulan. Peristiwa inilah yang dikenal dengan peristiwa Merah Putih.

H. Pertempuran Sumatera,
Pertempuran Sumatera didasari oleh adanya suatu kebencian dari masyarakat Sumatera atas kedatangan para sekutu dengan NICA. Dengan kebencian tersebut maka timbulah perlawanan di beberapa wilayah di Sumatera seperti di Aceh dengan Tentara Keamanan Rakyat yang dipimpin langsung oleh Teuku Nyak Arief yang mengadakan perlawanan menghadapi sekutu dan NICA. Selain itu juga terjadi pula perlawanan yang terjadi di Bukittinggi dan Padang. Oleh beberapa perlawanan yang terjadi di wilayah Sumatera menjadikan sekutu dapat dipukul mundur.

I. Pertempuran Sulawesi Selatan.
Pertempuran Sulawesi Selatan terjadi atas kebencian rakyat Sulawesi Selatan terhadap sekutu dan NICA, pertempuran ini dipimpin langsung oleh Wolter Monginsidi bersama Nona Emmy Soelan. Namun Wolter Monginsidi gugur dalam pertempuran tersebut.


Perjuangan Diplomasi

Perjuangan diplomasi adalah perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia melalui meja perundingan. Pendaratan Belanda di berbagai wilayah Indonesia yang selalu diberi perlawanan sengit oleh rakyat Indonesia dan banyak sekali menelan kekalahan, maka melalui Letnan Jendral Christison sebagai pemimpin sekutu mempertemukan para pemimpin Belanda dengan pemimpin Indonesia melalui meja perundingan. Berikut ini merupakan perjuangan diplomasi melalui meja perundingan.

A. Perundingan RI-Belanda,
Perundingan RI-Belanda terjadi di Jakarta pada 10 Februari sampai 12 Maret 1946. Dengan wakil perundingan Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir dan Belanda diwakili oleh Lord Killearn dan Clark Kerr. Kesepakatan dari Perundingan RI-Belanda sebagai berikut :
1. RI dan Belanda bekerja sama membentuk RIS,
2. RI diakui kedaulatan secara de facto oleh Belanda atas Sumatera dan Jawa,
3. RIS bersama dengan Netherland, Suriname dan Curaco, menjadi peserta dalam suatu ikatan negara Belanda..

B. Perundingan Hooge Veluwe,
Perundingan Hooge Veluwe terjadi di Hooge Veluwe tepatnya di Belanda pada 14 April 1946 sampai dengan 25 April 1946. Dalam perundingan Indonesia diwakili oleh Mr. Abdoel Kareem Pringgodigdo, Dr. Soedarsono, dan Mr. Soewandi sedangkan Belanda diwakili oleh Soerjo Santoso, Sultan Hamid II, Hubertus Johannes Van Mook, Van Asbeck, Dr. Van Royen, dan Professor Logemann. Dalam perundingan juga ada pihak yang menjadi penengah yaitu sekutu dengan diwakili oleh Clark Kerr. Dalam hasil perundingan RI-Belanda yang telah diterima oleh Sutan Syahrir, Van Mook, dan Clark Kerr di Jakarta ditolak oleh Belanda, padahal dalam hasil perundingannya dihasilkan bahwa pengakuan Republik Indonesia atas Sumatera dan Jawa. Dalam perundingan di Hooge Veluwe hanya menghasilkan kesepakatan bahwa Belanda hanya mengakui kedaulatan Republik Indonesia secara de facto atas Jawa dan Madura. Dengan demikian perundingan tersebut tidak membawakan hasil bagi kemajuan Republik Indonesia.

C. Perundingan Malino,
Perundingan Malino terjadi di Kota Malino, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Juli 1946 dengan membahas berbagai rencana pembentukan negara-negara bagian di wilayah Indonesia yang merupakan sebuah negara dengan bentuk federasi.

D. Perundingan Pangkal Pinang,
Perundingan Pangkal Pinang terjadi di Pangkal Pinang, Pulau Bangka pada 10 Oktober 1946 sebagai lanjutan Konferensi Malino dengan membahas masalah golongan minoritas yang ada di Indonesia.

E. Perundingan Denpasar,
Perundingan Denpasar terjadi di Denpasar, Pulau Bali pada 18 Desember 1946 sampai dengan 24 Desember 1946 dengan membahas tentang masalah pembentukan Negara Indonesia Bagian Timur.

F. Perundingan Gencatan Senjata RI-Sekutu,
Perundingan Gencatan Senjata RI-Sekutu terjadi pada 20 September 1946 sampai dengan 30 September 1946 di Jakarta dengan Indonesia diwakili oleh Jendral Mayor Soedibyo. Dalam perundingan tersebut Indonesia mengajukan usulan sebagai berikut :
1. Menghentikan masuknya tentara Belanda ke Indonesia,
2. Mengadakan gencatan senjata,
3. Kebebasan memakai jalan raya bagi rakyat Indonesia,
4. Meminta jaminan bahwa sekutu tidak akan menyerahkan senjata rampasan Jepang kepada Belanda,
5. Melakukan pemulangan orang Jepang.
Usulan yang diajukan tersebut ditolak oleh sekutu, sehingga perundingan ini tidak mencapai kata sepakat.

G. Perundingan Linggarjati.
Perundingan Linggarjati terjadi di Linggarjati, Jawa Barat pada 10 November 1946 dengan Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Sultan Syahrir sedangkan Belanda diwakili oleh Van Mook. Hasil dari perundingan Linggarjati yang ditandatangani pada 25 Maret 1947 sebagai berikut ini :
1. Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia secara de facto atas Sumatera, Jawa, dan Madura, serta Belanda harus meninggalkan daerah de facto paling lambat 1 Januari 1949,
2. Belanda dan RI bekerja sama membentuk Republik Indonesia Serikat,
3. Belanda dan RIS bersatu menjadi Uni Indonesia-Belanda dengan dikepalai oleh Ratu Belanda.

Materi Sejarah Perubahan Dan Perkembangan Politik Masa Awal Kemerdekaan

Materi Sejarah Perubahan Dan Perkembangan Politik Masa Awal Kemerdekaan

Dukungan Rakyat Terhadap Proklamasi

Dukungan positif rakyat terhadap proklamasi diperlihatkan dengan banyaknya usaha yang dilaksanakan para pemuda dengan sikap seperti mengambil alih senjata tentara Jepang, kantor pemerintahan, pangkalan senjata, instalasi listrik, kekuasaan, dan mengadakan sebuah rapat besar-besaran di lapangan Ikada.

Selain itu dukungan lain juga muncul dengan adanya 4 kerajaan di Jawa seperti Mangkunegaran, Kasunanan, Mataram Yogyakarta, Pakualaman yang mendukung berdirinya Republik Indonesia. Seperti contoh dukungan yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualaman yang mengirimkan sebuah ucapan selamat atas berdirinya Republik Indonesia terhadap Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta pada 19 Agustus 1945.

Dukungan lain Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualaman dengan dikeluarkannya amanat pada 5 September 1945 :
a. Sri Sultan diangkat menjadi kepala daerah dan memegang kekuasaan dari daerah Yogyakarta,
b. Negeri Ngayogjokarto Hadiningrat bersifat kerjaan dan merupakan daerah istimewa dari bagian Indonesia,
c. Hubungan antara negeri Ngayogjokarto Hadiningrat bertanggung jawab kepada presiden.


Tindakan Heroik Di Berbagai Kota 

a. Yogyakarta
1. Pada tanggal 26 September 1945 semua pegawai instansi yang berada di bawah pemerintahan dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok kerja, agar Jepang menyerahkan perusahaan dan kantor kepada pemerintah Republik Indonesia.
2. Akhirnya pada 27 September 1945 KNI mengumumkan dengan resmi bahwa kekuasaan di daerah tersebut sudah berada di tangan pemerintah Republik Indonesia.

b. Surabaya
1. Insiden penyobekan bendera di Hotel Yamato pada 10 November 1945,
2. Perebutan persenjataan yang terjadi di gudang mesiu Don Bosco dan perebutan markas pertahanan di Jatim,
3. Perebutan pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon.

c. Semarang
Terjadinya pertempuran selama lima hari yang disebabkan oleh pelarian 400 tawanan Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring menuju penjara Bulu dan meminta bantuan kepada Batalyon Kido Butai. Dengan pelarian diri tawanan tersebut menyebabkan terjadinya pertempuran besar-besaran di Jatingaleh di Semarang yang dikenal sebagai pertempuran lima hari di Semarang.

d. Bali
Terjadinya perebutan terhadap kekuasaan Jepang oleh para pemuda di Bali pada 13 Desember 1945.

 e. Sumbawa
Terjadinya aksi perebutan pos-pos militer Jepang di Raba, Sape, dan Gempe oleh para pemuda di Sumbawa.

f. Biak
Terjadinya pemberontakan terhadap markas NICA di Sorido oleh rakyat Biak pada 14 Maret 1948, namun pemberontakan ini mengalami kegagalan.

g. Kalimantan
Terjadinya aksi sekitar 8000 pemuda dengan membawa bendera merah putih di depan markas NICA pada 18 November 1945.