Mengatasi Submit Sitemap Error Network Unreachable DNS Issue
Mengatasi Submit Sitemap Error Network Unreachable DNS Issue Pengguna idcloudhost
Mengatasi Error Network Unreachable : DNS Issue di Webmaster Tools. Buat kalian yang mengunakan custom domain di idcloudhost yang mengalami masalah (error) ketika kalian daftarkan domain ke Google Webmasters (Search Console) dan ada pesan error ketika submit sitemap seperti
We encountered an error while trying to
Laporan Praktikum Uji Tekanan Darah
A. Tujuan
1. Menghitung tekanan darah probandus,2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah.
B. Dasar Teori
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.Tekanan darah adalah tekanan cairan darah terhadap pembuluh darah yang merupakan kelanjutan sistole dan distole dengan mengukur dengan alat ukur yang bernama sphignomanometer. Sistole merupakan proses mengkerutnya jantung atau kontraksi darah keluar dari jantung. Distole merupakan proses mengembangnya jantung atau relaksasi darah masuk ke jantung. Faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah usia, jenis kelamin, berat badan, aktivitas, dan kesehatan.
Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.
C. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum :a. 1 buah tensimeter,
b. 1 buah stetoskop.
Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 4 orang probandus.
D. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat-alat yang akan digunakan,2. Menyiapkan probandus yang akan diukur tekanan darahnya,
3. Mencari denyut nadi probandus,
4. Memasangkan stetoskop pada denyut nadi yang telah ditemukan,
5. Memasangkan kain pembalut tiga jari diatas denyut nadi,
6. Menekan bulp hingga denyut nadi tidak terasa dan terdengar lagi,
7. Membuka perlahan penutup bulp hingga denyut terasa dan terdengar kembali,
8. Memperhatikan angka denyut nadi kembali muncul,
9. Mencatat hasilnya.
E. Tabel Pengamatan
Uji Tekanan Darah| No | Nama | Tekanan Darah |
|---|---|---|
| 1. | Ananda P. N. | 100/80 mmHg |
| 2. | Dena O. C. | 80/70 mmHg |
| 3. | Nesya R. M. | 90/80 mmHg |
| 4. | Renaldy R. R. | 110/100mmHg |
F. Analisis Data
1. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus pertama yaitu Ananda memiliki tekanan darah 100/80 dimana angka 100 menunjukkan sistole dan angka 80 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole yang normal.2. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus kedua yaitu Dena O. C. memiliki tekanan darah 80/70 dimana angka 80 menunjukkan sistole dan angka 70 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole lebih rendah dari tekanan normal.
3. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus ketiga yaitu Nesya R. M. memiliki tekanan darah 90/80 dimana angka 90 menunjukkan sistole dan angka 80 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole yang normal.
4. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus keempat yaitu Renaldy R. R. memiliki tekanan darah 110/100 dimana angka 110 menunjukkan sistole dan angka 100 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole lebih tinggi dari tekanan normal.
G. Diskusi
1. Apa yang dimaksud dengan hipertensi dan hipotensi?Hipertensi adalah penyakit yang diderita oleh seseorang akibat memiliki tekanan darah tinggi, hipotensi adalah penyakit yang diderita oleh seseorang akibat memiliki tekanan darah rendah.
H. Kesimpulan
Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah adalah usia, jenis kelamin, berat badan, aktivitas jasmani, dan kesehatan. Denyut nadi pertama disebut sistole dan yang kedua adalah distole. Satuan tekanan darah adalah mmHg.H. Daftar Pustaka
Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka MuliaI. Identitas
Surakarta, 26 November 2016
Penguji Praktikan
Novaristiana R. Renaldy Rizki Ramadani
NIM K4313049 NIS 17343
Laporan Praktikum Frekuensi Denyut Nadi
A. Tujuan
1. Menghitung frekuensi denyut nadi,2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut nadi.
B. Dasar Teori
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.Denyut nadi adalah getaran atau denyut darah di dalam pembuluh arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Denyut nadi dapat dirasakan dengan menempelkan ujung jari disepanjang pembuluh darah arteri. Pada umumnya 9 tempat untuk merasakan denyut nadi adalah temporalis, karotid, apikal, brankialis, femoralis, radialis, poplitea, dorsalis pedis, dan tibia posterior. Faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut nadi adalah kebiasaan aktivitas sehari-hari, sikap tubuh saat ukur denyut nadi, ukuran tubuh, dan obat-obatan yang dikonsumsi.
Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.
C. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum :a. 1 buah stopwatch.
Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 4 orang probandus.
D. Cara Kerja
1. Menempelkan ibu jari kanan pada pergelangan tangan kiri,2. Menekan sedikit dengan ibu jari sehingga terasa adanya denyut nadi,
3. Menghitung frekuensi denyut nadi dalam posisi duduk, berdiri, dan jongkok masing-masing 1 menit,
4. Mencatat data pada tabel,
5. Melakukan aktivitas berlari-lari kecil selama 3 menit,
6. Menghitung frekuensi denyut nadi setelah beraktivitas,
7. Mencatat data pada tabel.
E. Tabel Pengamatan
Jumlah Denyut Nadi| No | Nama | Duduk | Berdiri | Jongkok | Aktivitas | Waktu |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Ananda P. N. | 82 | 98 | 72 | 132 | 1 menit |
| 2. | Dena O. C. | 80 | 104 | 70 | 116 | 1 menit |
| 3. | Nesya R. M. | 86 | 90 | 87 | 115 | 1 menit |
| 4. | Renaldy R. R. | 83 | 85 | 91 | 120 | 1 menit |
F. Analisis Data
1. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus pertama yaitu Ananda P. N. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 82, 98, 72, dan 132. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.2. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus kedua yaitu Dena O. C. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 80, 104, 70, dan 116. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.
3. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus ketiga yaitu Nesya R. M. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 86, 90, 87, dan 115. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.
4. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus keempat yaitu Renaldy R. R. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 83, 85, 91, dan 120. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.
G. Kesimpulan
Frekuensi denyut nadi seseorang dipengaruhi oleh seberapa besar porsi jantung untuk memompa darah, aktivitas yang dilakukan, dan keadaan probandus saat pengukuran frekuensi denyut nadi.H. Daftar Pustaka
Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka MuliaI. Identitas
Surakarta, 26 November 2016
Penguji Praktikan
Novaristiana R. Renaldy Rizki Ramadani
NIM K4313049 NIS 17343
Laporan Praktikum Uji Pembekuan Darah
A. Tujuan
1. Mengetahui lama waktu yang diperlukan untuk proses pembekuan darah.B. Dasar Teori
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berkaitan dengan pembekuan darah karena di dalamnya mengandung enzim trombokinase. Apabila terjadi luka pada darah karena terpotong atau rusak, maka trombosit akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase yang bercampur dengan plasma darah. Setelah itu akan terbentuk protrombin dengan bantuan vitamin K dengan ion Ca2+. Protrombin yaitu senyawa globulin yang terdapat pada plasma darah yang larut dan dihasilkan di hati, yang akan diubah menjadi trombin adalah enzim yang dapat mengubah fibrinogen. Selanjutnya ialah perubahan fibrinogen menjadi benang fibrin.
Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.
C. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum :a. 2 buah object glass,
b. 5 buah kapas,
c. 2 buah jarum lancet,
d. 2 buah tusuk gigi,
e. 1 buah stopwatch.
Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 1 botol alkohol 70%.
D. Cara Kerja
1. Menyiapkan object glass yang sudah steril dengan alkohol 70%,2. Mensterilkan ujung jari tengah dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%,
3. Menusukkan lancet dengan hati-hati ke ujung jari yang sudah steril,
4. Menekan ujung jari hingga darah keluar,
5. Meneteskan darah pada object glass,
6. Mengaduk darah tersebut dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi,
7. Mengamati peristiwa yang terjadi.
E. Tabel Pengamatan
| No | Nama | Waktu Pembekuan |
|---|---|---|
| 1. | Nur Kholifah | 3 menit 56 detik |
| 2. | Gigih Putra Amin Pambudi | 4 menit 36 detik |
F. Analisis Data
1. Pada percobaan uji pembekuan darah pada probandus pertama yaitu Nur Kholifah, saat darah diaduk dengan tusuk gigi terjadi pembekuan darah yang ditandai dengan munculnya benang-benang fibrin. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembekuan darah adalah 3 menit 56 detik yaitu merupakan jangkauan waktu yang normal untuk proses pembekuan darah.2. Pada percobaan uji pembekuan darah pada probandus kedua yaitu Gigih Putra Amin Pambudi, saat darah diaduk dengan tusuk gigi terjadi pembekuan darah yang ditandai dengan munculnya benang-benang fibrin. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembekuan darah adalah 4 menit 36 detik yaitu merupakan jangkauan waktu yang normal untuk proses pembekuan darah.
G. Diskusi
1. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembekuan darah!a. Fibrinogen,
b. Protrombin,
c. Tromboplastin,
d. Vitamin K,
e. Ion Ca2+,
f. Trombin.
H. Kesimpulan
Apabila uji pembekuan darah memerlukan waktu kurang dari 5 menit maka proses pembekuan darah tersebut normal. Tetapi untuk pengidap hemofilia untuk proses pembekuan darah memakan waktu 50 menit sampai dengan 2 jam.I. Daftar Pustaka
Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka MuliaJ. Identitas
Surakarta, 26 November 2016
Penguji Praktikan
Novaristiana R. Renaldy Rizki Ramadani
NIM K4313049 NIS 17343
Laporan Praktikum Uji Golongan Darah
A. Tujuan
1. Mengetahui tipe-tipe golongan darah manusia,2. Mengidentifikasi golongan darah seseorang.
B. Dasar Teori
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.Golongan darah manusia dibedakan menjadi 4 menurut sistem ABO. Dasar penggolongannya yaitu adanya aglutinogen atau zat yang digumpalkan di dalam sel-sel darah merah, dan adanya aglutinin atau zat yang mengumpulkan atau zat anti di dalam serum. Menurut sistem ABO golongan darah dibagi menjadi golongan A, B, O, dan AB. Golongan darah AB, sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan B, dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b. Golongan darah A, sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, dalam plasmanya terdapat aglutinin b. Golongan darah B, sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, dalam plasmanya terdapat aglutinin a. Golongan darah O, sel darah merahnya tidak mengandung aglutinogen A maupun B, tetapi dalam plasmanya terdapat aglutinin a dan b.
Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.
C. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum :a. 3 buah object glass,
b. 5 buah kapas,
c. 3 buah jarum lancet,
d. 3 buah tusuk gigi,
Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 1 botol alkohol 70%,
b. 1 botol serum alfa,
c. 1 botol serum beta.
D. Cara Kerja
1. Menyiapkan object glass yang sudah steril dengan alkohol 70%,2. Melakukan sterilisasi terhadap ujung jari tengah dengan kapas yang berisikan alkohol 70%,
3. Menusukkan jarum lancet dengan hati-hati ke ujung jari yang sudah steril,
4. Menekan ujung jari hingga darah keluar,
5. Meneteskan darah pada object glass sebanyak dua kali pada satu object glass,
6. Meneteskan serum alfa sebanyak satu tetes pada sampel darah pertama,
7. Meneteskan serum beta sebanyak satu tetes pada sampel darah kedua,
8. Mengaduk campuran darah tersebut dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi,
9. Mengamati objek darah yang terjadi.
E. Tabel Pengamatan
| No | Nama | Anti A | Anti B | Golongan Darah |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Nabila Nafi'ah | - | - | O |
| 2. | Hikmah Putra Wijaya | - | - | O |
| 3. | Gigih Putra Amin Pambudi | - | + | B |
(-) = Darah tidak menggumpal,
(+) = Darah menggumpal.
F. Analisis Data
1. Pada percobaan uji golongan darah pada probandus pertama yaitu Nabila Nafi'ah, saat darah ditetesi serum alfa darah tersebut tidak menggumpal, saat ditetesi serum beta darah tersebut juga tidak menggumpal maka dapat diketahui golongan darah yang dimiliki Nabila Nafi'ah adalah golongan O.2. Pada percobaan uji golongan darah pada probandus kedua yaitu Hikmah Putra Wijaya, saat darah ditetesi serum alfa darah tersebut tidak menggumpal, saat ditetesi serum beta darah tersebut juga tidak menggumpal maka dapat diketahui golongan darah yang dimiliki Hikmah Putra Wijaya adalah golongan O.
3. Pada percobaan uji golongan darah pada probandus ketiga yaitu Gigih Putra Amin Pambudi, saat darah ditetesi serum alfa darah tersebut tidak menggumpal, saat ditetesi serum beta darah tersebut menggumpal maka dapat diketahui golongan darah yang dimiliki Gigih Putra Amin Pambudi adalah golongan B.
G. Diskusi
1. Mengapa golongan darah AB disebut resipien universal sedangkan golongan darah O disebut sebagai donor universal?Karena golongan darah AB merupakan golongan darah yang dapat menerima transfusi darah dari segala golongan darah. O disebut donor universal karena golongan darah O dapat memberikan darah ke segala golongan darah.
2. Jika terjadi kesalahan tranfusi darah yang disebabkan ketidakcocokan darah dapat mengakibatkan kematian. Mengapa dapat berakibat fatal? Darah siapa yang digumpalkan jelaskan!
Karena darah donor yang masuk ke resipien yang berbeda maka akan dianggap sebagai benda asing oleh antigen dan akan digumpalkan oleh antibodi, dan menyebabkan darah donor yang menggumpal pada resipien akan menyumbat peredaran darah dan ginjal yang dapat menyebabkan kematian yang sering disebut penggumpalan Hb.
H. Kesimpulan
Bila darah ditetesi serum anti A itu menggumpal dan ditetesi serum anti B tidak menggumpal maka dapat diketahui bahwa golongan darah tersebut adalah A. Bila darah ditetesi serum anti B itu menggumpal dan ditetesi serum anti A tidak menggumpal maka dapat diketahui bahwa golongan darah tersebut adalah B. Bila darah ditetesi serum anti A dan serum anti B menggumpal maka dapat diketahui bahwa golongan darah tersebut adalah AB. Tetapi apabila darah ditetesi anti serum A dan serum anti B tidak menggumpal maka golongan darah tersebut adalah O.I. Daftar Pustaka
Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka MuliaJ. Identitas
Surakarta, 26 November 2016
Penguji Praktikan
Novaristiana R. Renaldy Rizki Ramadani
NIM K4313049 NIS 17343
Laporan Praktikum Struktur Tulang
A. Tujuan
1. Mengamati perubahan yang terjadi pada struktur tulang ayam yang telah direndam menggunakan larutan HCl selama selang waktu lima menit sekali,2. Memahami struktur tulang keras dan tulang rawan,
3. Mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada struktur tulang ayam yang telah direndam menggunakan larutan HCl selama selang waktu lima menit sekali.
B. Dasar Teori
Tulang merupakan salah satu organ penting tubuh pada makhluk hidup. Tulang menurut bahan pembentuknya dapat dibedakan menjadi tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago). Tulang rawan bersifat lentur dan lunak, tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit yang mensekresikan matriks atau kondrin berupa hialin atau kolagen. Tulang rawan yang terdapat pada anak berasal dari mesenkim dengan kondrosit yang lebih banyak daripada kondrin. Sebaliknya pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan tulang rawan ini berasal dari selaput tulang rawan atau disebut perikondrium yang banyak mengandung kondroblas yaitu pembentuk kondrosit. Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago yang berasal dari mesenkim. Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh osteoblas. Osteoblas akan membentuk osteosit yaitu sel-sel tulang. Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang disebut osifikasi. Tulang terbagi menjadi tulang pipih, pipa, pendek, dan tidak beraturan.Asam klorida atau HCl adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida. Asam klorida merupakan asam kuat dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Seperti yang telah diketahui, komponen utama tulang adalah unsur Ca atau kalsium. Asam klorida memiliki kecenderungan untuk melarutkan unsur-unsur seperti Ca dengan mengikuti reaksi.
2HCl + Ca → CaCl2+ H2
Pada kondisi tertentu, tulang akan menjadi lunak karena komposisi Ca pada tulang sudah menurun drastis. Tulang mengandung sel-sel hidup dan matriks intraseluler yang meliputi garam mineral. Kalsium fosfat menyusun sekitar 80% bahan mineral dan sisanya sebagian besar terdiri dari kalsium karbonat dan magnesium fosfat.
Dikutip dan disunting dari duniabelajarrr.blogspot.com/2014/08/laporan-pratikum-tulang-paha-ayam.html.
C. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum :a. 1 buah gelas beker,
b. 1 buah pinset,
c. 1 buah pisau,
d. 1 buah cawan petri,
e. 1 buah kain lap,
f. 1 pasang sarung tangan.
Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 1 buah tulang paha ayam segar,
b. 100 ml larutan asam klorida (HCl) 10%.
D. Cara Kerja
1. Membersihkan tulang dari sisa-sisa daging yang menempel,2. Memperhatikan struktur tulang ayam tersebut pada warna, kekerasan, kelenturan, dan endapan,
3. Merendam tulang dalam larutan HCl tersebut,
4. Membiarkan selama 30 menit dengan selang 10 menit sekali mengamati,
5. Mengangkat tulang dari larutan HCl dengan menggunakan pinset,
6. Membilas dengan air,
7. Mengeringkan dengan kain lap,
8. Meletakkan pada cawan petri,
9. Memperhatikan struktur tulang dan mencatat hasilnya.
E. Tabel Pengamatan
Perubahan Yang Terjadi| No | Waktu | Warna Tulang | Endapan | Tingkat Kekerasan Tulang |
|---|---|---|---|---|
| 1. | 10 menit. | Kecoklatan dan pucat. | Ada sedikit endapan kecoklatan. | Keras. |
| 2. | 20 menit. | Kecoklatan dan semakin pucat. | Endapan semakin banyak dari sebelumnya. | Keras. |
| 3. | 30 menit. | Semakin kecoklatan dan semakin pucat. | Endapan kecoklatan semakin banyak. | Lunak dan bisa dibengkokkan. |
F. Analisis Data
1. Pada waktu 0 atau pada saat belum dimasukkan ke dalam larutan HCl keadaan warna tulang masih putih semu merah muda dan terlihat masih segar, tidak terlihat endapan dan tulang masih keras,2. Pada waktu tulang sudah direndam selama 10 menit pertama ke dalam larutan HCl keadaan warna tulang berubah yaitu menjadi agak pucat, kecoklatan dan darah menjadi lebih encer. Darah menjadi lebih encer karena larutan HCl adalah larutan yang termasuk asam dan sekaligus sebagai pelarut zat lain. Terdapat endapan berwarna coklat berbentuk silindris berukuran panjang dan kecil namun endapan tersebut mengapung, tulang masih keras.
3. Pada waktu tulang sudah direndam selama 10 menit yang kedua ke dalam larutan HCl keadaan warna tulang kecoklatan dan semakin pucat dengan endapan semakin banyak dari sebelumnya. Kondisi tulang masih keras.
4. Pada waktu tulang sudah direndam selama 10 menit yang ketiga ke dalam larutan HCl keadaan warna tulang semakin kecoklatan dengan endapan kecoklatan semakin banyak. Kondisi tulang lunak dan bisa dibengkokkan.
G. Kesimpulan
1. Keadaan tulang paha ayam setelah direndam dengan larutan HCl menjadi elastis dan rapuh,2. Perbedaan tulang paha ayam terletak pada warna, kekerasan, dan endapan yang berubah,
3. Karena pengaruh asam klorida terhadap tulang membuat perubahan terhadap struktur tulang.
H. Daftar Pustaka
Jacksoner, Verdian. “Laporan Praktikum Tulang Paha Ayam”. 13 November 2016. http://duniabelajarrr.blogspot.com/2014/08/laporan-pratikum-tulang-paha-ayam.html.I. Identitas
Surakarta, 13 November 2016
Penguji Praktikan
Novaristiana R. Renaldy Rizki Ramadani
NIM K4313049 NIS 17343
Mempercepat Loading Blog Dengan Menghapus Script Bawaan Blogger
Tutorial Cara Mempercepat Loading Blog Dengan Menghapus Kode Script Bawaan Blogger
Menghilangkan Kode Javascript dan CSS Bawaan Blogger Untuk Percepat Loading Blog, halo sobat kali ini Blog Mas Tamvan akan berbagi sedikit trik untuk meringgankan loading halaman blog, agar ketika di test lewat pagespeed insight atau gtmetrix hasilnya bagus
Untuk mempercepat loading blog ada banyak cara dan




