Materi Sejarah Teori Terbentuknya Tata Surya

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Tata Surya

Teori Planetesimal

Teori planetesimal merupakan teori terbentuknya tata surya yang digagas oleh Thomas C. Chamberlin pada masa hidupnya 1843 sampai dengan 1928 yang merupakan seorang ilmuwan geologi dan Forest R. Moulton pada masa hidupnya 1872 sampai dengan 1952 yang merupakan seorang ilmuwan astronomi. Kedua tokoh ilmuwan ini menggagas pendapat teori yang sekarang dikenal sebagai teori planetesimal yang memiliki arti sebagai planet yang kecil. Disebut sebagai planet yang kecil dikarenakan teori ini menyebutkan bahwa planet terbentuk dari benda yang padat atau unsur-unsur kecil yang memang sudah ada sebelumnya.

Teori ini menyebutkan bahwa matahari yang telah ada sekarang sudah ada jauh sebelumnya, kemudian suatu saat terdapat sebuah bintang yang melintas dengan jarak yang cukup dekat dengan matahari, sehingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang yang melintas tersebut. Sehingga sebagian massa matahari tertarik pada bintang sehingga mirip lidah raksasa. Pada saat bintang akan menjauhi matahari, sebagian massa yang tertarik oleh bintang tersebut jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian yang lainnya terhambur ke ruang angkasa, sehingga terbentuklah planet-planet dan benda langit lainnya.


Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar merupakan teori terbentuknya tata surya yang diperkenalkan pada tahun 1956 oleh Fred Hoyle. Teori ini menyebutkan bahwa tata surya awalnya merupakan dua bintang yang berukuran hampir sama dengan letaknya berdekatan. Dari kedua bintang tersebut salah satunya belum stabil sehingga terjadi reaksi yang sangat cepat sehingga menimbulkan energi berupa panas, hingga akhirnya bintang yang tidak stabil tersebut meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan kecil tersebut terperangkap oleh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak dan bergerak mengelilinginya. Dikarenakan gaya gravitasi bintang yang tidak meledak tersebu membuat serpihan-serpihan yang letaknya berdekatan bergabung membentuk planet dan terbentuklah susunan tata surya.


Teori Nebula

Teori nebula atau disebut juga teori kabut merupakan teori terbentuknya tata surya yang dicetuskan oleh Immanuel Kant semasa hidupnya pada tahun 1749 sampai dengan 1827. Immanuel Kant merupakan salah satu ilmuwan filsafat Jerman yang berjasa dalam mencetuskan teori terbentuknya tata surya melalui teori nebula. Kant menganggap bahwa di jagat raya ini terdapat gumpalan kabut yang berputar secara perlahan sehingga membentuk gumpalan gas pada bagian tengah dan akhirnya membentuk matahari, pada bagian sekelilingnya terbentuk planet, satelit dan benda langit lainnya.

Pada waktu yang hampir bersamaan seorang ilmuwan fisika asal Perancis yang bernama Pierre Simon De Laplace mencetuskan teori yang hampir sama, menurutnya tata surya berasal dari kabut panas yang berputar sehingga membentuk gumpalan kabut dan membentuk bulat seperti bola besar. Bola besar tersebut berputar akibatnya bola tersebut memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian equatornya. Selanjutnya, sebagian massa gas pada equator menjauh dari gumpalan inti dan membentuk cincin-cincin yang melingkari sekeliling inti. Dalam jangka waktu yang lama cincin-cincin tersebut berubah menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang padat. Gumpalan kecil inilah yang akan membentuk planet, satelit, dan benda langit lainnya. Sedangkan inti kabut tersebut tetap berbentuk gas pijar yang akhirnya disimpulkan menjadi matahari.

Kedua teori tersebut mempunyai kesamaan pada material asal pembentukan tata surya yang berasal dari teori kabut sehingga teori ini lebih dikenal dengan nama teori Kant dan Laplace.


Teori Pasang Surut

Teori pasang surut merupakan teori terbentuknya tata surya yang dikemukakan oleh Sir James Jeans pada masa hidupnya 1877 sampai dengan 1946 dan Harold Jeffreys pada masa hidupnya 1891 sampai dengan 1989. Kedua tokoh ini mengemukakan teori pasang surut yang mereka kemukakan hampir sama dengan teori planetesimal. Mereka mengemukakan bahwa setelah bintang yang mendekat itu berlalu, massa matahari yang lepas akan membentuk benda menyerupai cerutu yang terbentang ke arah bintang. Karena bintang tersebut bergerak menjauh, maka massa cerutu akan terputus-putus dan membentuk gumpalan gas disekitar matahari. Gumpalan-gumpalan gas tersebut akan membeku dan terbentuklah planet-planet.

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Galaksi

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Galaksi

Galaksi

Adanya pendapat yang berupa dugaan yang harus teruji kebenarannya yaitu teori dari Fowler pada tahun 1957, ia memaparkan bahwa menurutnya pada 12 ribu tahun yang lalu, galaksi kita tidak seperti keadaan sekarang, ia mengemukakan bahwa galaksi kita berupa gas kabut hidrogen yang sangat amat besar yang berada di ruang angkasa yang selalu bergerak perlahan dan melakukan rotasi sehingga membentuk bulat, karena gaya beratnya maka terjadi kontraksi dan kondensasi dengan berputar pada sumbunya. Pada saat terjadi kontraksi maka massa bagian luar banyak yang tertinggal. Bagian yang berputar lambat dan juga mempunyai berat jenis yang besar akan membentuk bintang. Dengan cara yang sama, bagian luar yang tertinggal juga akan mengadakan kondensasi sehingga dapat membentuk planet. Sehingga planet juga dapat membentuk satelit alami. Galaksi, tempat dimana matahari kita berinduk diberi nama Bima Sakti atau Milky Way.


Macam-Macam Galaksi

a. Galaksi tak beraturan,
Galaksi tak beraturan merupakan galaksi yang terdiri dari miliaran bintang muda yang memiliki warna putih kebiruan dan bintang-bintang raksasa yang berwarna biru yang sangat panas. Dari bintang-bintang tersebut juga tersebar gas dan debu luar angkasa. Banyaknya galaksi berbentuk tak beraturan sekitar 3%.

b. Galaksi elips,
Galaksi elips merupakan galaksi yang sudah tergolong tua dengan dibentuk oleh bintang-bintang yang sudah tua, biasanya lebih redup dibandingkan galaksi tipe spiral, dengan diisi lebih banyak bintang-bintang besar berwarna merah. Galaksi ini juga ditandai dengan berhentinya pembentukan bintang baru.

c. Galaksi spiral,
Galaksi spiral merupakan galaksi yang memiliki bentuk spiral yang sangat amat besar dengan terdapat ini atau nukleus di tengah dan memiliki lengan spiral serta cakram atau disk. Biasanya pada lengan spiral terdapat konsentrasi debu dan gas (nebulae) yang tinggi sehingga terdapat pembentukan bintang yang aktif. Apabila dilihat dari samping, galaksi spiral terlihat seperti elips yang memiliki lengan dan dikelilingi oleh atmosfer bercahaya, dan juga lingkaran-lingkaran kumpulan beribu bintang yang disebut dengan Globular Cluster. Banyaknya galaksi spiral sekitar 80% dari galaksi yang ada. Contoh dari galaksi spiral adalah galaksi Canes Venatici.


Induk dari matahari kita merupakan Milky Way atau galaksi Bima Sakti, karena berdasarkan pengamatan, galaksi Bima Sakti apabila dilihat dari atas terlihat seperti spiral raksasa yang berputar. Apabila dilihat dari samping akan terlihat seperti elips yang sangat amat besar. Bintang-bintang bertebaran dalam lengan spiral, di antaranya adalah matahari kita. Jaraknya 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau sekitar 20.000 tahun cahaya dari pinggir atau ujung galaksi. Galaksi kita yaitu galaksi Bima Sakti memiliki garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya. Apabila kita cermati semakin ke tengah, tebaran bintang di galaksi ini akan semakin merapat dan diperkirakan pusat galaksi merupakan bola bintang raksasa sehingga galaksi ini dapat berbentuk pipih seperti kue cucur.

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Alam Semesta

Materi Sejarah Teori Terbentuknya Alam Semesta


Dari zaman dahulu hingga dewasa ini manusia masih berusaha memahami bagaimana terbentuknya alam semesta. Pada masa zaman kejayaan Yunani, banyak orang percaya bahwa Bumi kita sebagai pusat dari alam semesta atau dapat juga disebut dengan Geosentrisme. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan berbagai pemikiran serta pengamatan dari berbagai orang, pendapat bahwa bumi sebagai pusat alam semesta mulai berubah sejak masa zaman abad pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus yang menganggap bahwa Matahari sebagai pusat alam semesta atau dapat disebut dengan Heliosentrik.

Definisi tentang alam semesta itu sendiri melingkupi mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos merupakan benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat amat kecil, seperti contoh elektron, proton, neutron, atom, sel, amoeba, dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos merupakan benda-benda yang memiliki ukurang yang sangat amat besar, seperti galaksi, bintang, dan planet.

Teori terbentuknya alam semesta terbagi menjadi berikut ini :

Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

Teori keadaan tetap atau disebut juga steady state theory dikemukakan pada tahun 1948 oleh Thomas Gold, Fred Hoyle, dan Herman Bondi. Teori yang dikemukakan oleh ketiga tokoh tersebut didasarkan pada prinsip osmologi sempurna dimana alam semesta dimanapun dan kapanpun akan tetap selalu sama. Dengan dasar tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu pada masa lalu sampai sekarang. Apapun yang terdapat pada alam semesta ini akan selalu tetap sama walaupun galaksi, planet, dan bintang saling beredar menjauh dan mendekat satu sama lain. Teori ini didukung dengan fakta bahwa galaksi yang baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Artinya bahwa setiap galaksi yang terbentuk akan tumbuh menjadi tua dan akhirnya menjadi mati, jadi dapat disimpulkan bahwa teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya atau dapat disebut juga tanpa adanya awal dan tanpa adanya akhir.


Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory)

Teori ledakan besar atau disebut juga big bang theory dikemukakan pada tahun 1930 oleh George Lemaitre dengan bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat amat besar dan mempunyai berat jenis yang sangat besar pula, kemudian massa tersebut meledak dengan sangat hebat yang disebabkan oleh adanya reaksi inti. Hasil dari ledakan tersebut kemudian berserakan mengambang dengan sangat cepat menjauhi pusat dari ledakan tersebut. Setelah waktu terus berjalan yang membutuhkan waktu sekitar jutaan tahun, massa yang berserakan dan mengambang tersebut membentuk kelompok-kelompok galaksi yang ada sekarang. Teori ledakan besar didukung dengan fakta yang ada bahwa galaksi-galaksi memang bergerak menjauhi titik pusatnya. Teori ini juga didukung oleh para pakar astronomi seperti Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemukan radiasi gelombang mikro.

Materi Sejarah Konsep Berpikir Diakronis, Sinkronis, Ruang, Dan Waktu Dalam Sejarah

Materi Sejarah Konsep Berpikir Diakronis, Sinkronis, Ruang, Dan Waktu Dalam Sejarah

Sejarah berdasarkan konsep, terdapat tiga konsep dalam sejarah yaitu konsep perubahan, konsep waktu, dan konsep kontinuitas. Konsep perubahan yang dimaksud merupakan ketidaksamaan dari suatu kejadian yang satu dengan yang lainnya, dari waktu yang satu dengan waktu yang lainnya. Seperti contohnya perubahan dari masa orde lama ke masa orde baru. Perubahan yang termasuk dalam kategori peristiwa sejarah merupakan perubahan yang memegang peranan makna penting bagi kehidupan manusia.

Konsep waktu yang dimaksud merupakan setiap peristiwa sejarah tidak mungkin menjadi sesuatu yang ada secara tiba-tiba tanpa adanya waktu proses terjadinya peristiwa tersebut, pasti peristiwa tersebut masih akan berada dalam lingkaran waktu. Konsep waktu ini akan terasa apabila kita mencermati suatu proses kejadian atau perubahan sesuatu. Seperti contohnya dalam pembuatan meja, diawali dari proses memperoleh kayu, memotong kayu tersebut menjadi bagian-bagian meja, merangkai bagian-bagian meja tersebut menjadi kesatuan yang utuh hingga menjadi sebuah meja. Di dalam proses ini, waktu menjadi konsep yang sangat penting dalam sejarah. Sejarah merupkan peristiwa dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Konsep kontinuitas dan diskontinuitas adalah salah satu konsep yang penting dalam sejarah. Konsep tersebut sangat berkaitan erat dengan konsep perkembangan atau perubahan. Konsep kontinuitas merupakan perwujudan dari suatu proses perkembangan aspek kehidupan masyarakat yang terus menerus, sekalipun situasi dan kondisi berubah. Seperti contohnya walaupun negara kita sudah merdeka namun dari kebanyakan orang masih menerapkan hukum kolonial. Sedangkan konsep diskontinuitas merupakan proses perkembangan atau perubahan aspek kehidupan masyarakat yang tidak berlanjut atau bukan merupakan kelanjutan dari masa yang sudah ada sebelumnya. Seperti contohnya pada masa dahulu orang-orang memanfaatkan gua sebagai rumah tinggal namun sekarang orang-orang sudah meninggalkannya dan membangun sendiri rumah tinggalnya.

Pengertian Diakronis Dan Cara Berpikir Diakronis Dalam Sejarah

Dalam ilmu yang mempelajari asal usul kata, diakronis berasal dari bahasa Latin yaitu dia berarti melalui atau melampaui atau melintasi atau melewati dan khronos yang berarti perjalanan waktu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diakronis merupakan peristiwa yang memiliki relasi dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak berdiri sendiri atau terjadi secara tiba-tiba. Sejarah meneliti kejadian-kejadian yang memanjang dalam waktu tetapi dalam ruang yang terbatas.

Konsep diakronis melihatkan bahwa kejadian dalam sejarah mengalami perkembangan dan pergerakan sepanjang masa. Melalui proses ini manusia dapat meneliti perbandingan dan melihat perkembangan sejarah kehidupan masyarakat dari zaman yang satu ke zaman berikutnya. Suatu kejadian sejarah tidak dapat dilepaskan dari kejadian sebelumnya dan akan mempengaruhi kejadian yang akan terjadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berpikir diakronis harus dapat memberikan penjelasan secara kausalita dan kronologis.

Pengertian Sinkronis Dan Cara Berpikir Sinkronis Dalam Sejarah

Dalam ilmu yang mempelajari asal usul kata, sinkronis berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang memiliki arti dengan dan khronos yang memiliki arti waktu atau masa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sinkronis merupakan peristiwa yang sezaman atau bersifat horizontal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinkronik memiliki arti yaitu segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi di suatu masa yang terbatas. Menurut Galtung, sinkronik memiliki pengertian yaitu mempelajari peristiwa sejarah dengan berbagai aspek pada waktu atau kurun waktu yang terbatas atau tertentu, atau meneliti gejala yang meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.

Sinkronis dalam sejarah memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :
a. Bersifat horizontal,
b. Bersifat lebih serius dan sulit,
c. Mengkaji pada masa tertentu,
d. Tidak memiliki konsep perbandingan,
e. Sistematika yang tinggi,
f. Menitikberatkan pada pengkajian strukturnya,
g. Cakupan kajian yang lebih sempit.

Konsep Ruang Dan Waktu Sejarah

a. Konsep ruang,
Konsep ruang merupakan konsep yang paling melekat pada waktu,
1. Ruang adalah tempat terjadinya berbagai kejadian sejarah pada perjalanan waktu,
2. Penelaahan suatu kejadian didasarkan pada dimensi waktunya tidak dapat dilepaskan dari ruang waktu terjadinya kejadian tersebut,
3. Apabila waktu menitikberatkan pada aspek kapan terjadinya kejadian tersebut, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek dimana terjadinya kejadian tersebut.

b. Konsep waktu,
1. Masa lampau itu sendiri adalah waktu dimana sudah terlewati, tetapi masa lampau bukanlah suatu waktu yang terhenti, berakhir, dan tertutup,
2. Masa lampau itu sendiri bersifat berkesinambungan dan terbuka,
3. Sejarah digunakan sebagai modal untuk bertindak di masa kini dan digunakan untuk menjadi acuan di masa yang akan datang.

Konsep ruang dan waktu memiliki keterkaitan dalam sejarah yaitu sebagai berikut ini :
1. Manusia selama hidupnya tidak dapat dilepaskan dari waktu dan tempat,
2. Konsep ruang dan waktu menjadi unsur penting yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu kejadian dan perubahan dalam kehidupan manusia sebagai pelaku sejarah,
3. Segala tindakan manusia pasti berlangsung pada waktu dan tempat yang bersamaan.

Materi Sejarah Pengertian Dan Definisi Sejarah

Materi Sejarah Pengertian Dan Definisi Sejarah


Pengertian Sejarah

Sejarah pada dasarnya dapat diartikan menjadi beberapa identifikasi seperti berikut ini :
1. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Inggris yaitu History. History sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Istoria yang memiliki arti apa  yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu.

2. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun. Syajaratun memiliki arti pohon kehidupan meskipun dalam bahasa Arab sendiri ilmu yang mempelajari kisah tentang masa lalu dinamakan Tarikh.

3. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Belanda yaitu Geschidenis. Geschidenis memiliki arti yaitu kejadian yang dibuat oleh manusia.

4. Kata sejarah yang berasal dari bahasa Jerman yaitu Geschichte. Geschichte memiliki arti sama dengan arti kata sejarah yang berasal dari Belanda yaitu kejadian yang dibuat oleh manusia.

Secara asal usul kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajarah yaitu dari kata syajaratun yang memiliki arti pohon. Di Indonesia kata sejarah dapat memiliki arti yang bermacam-macam seperti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibuat skema atau gambar akan menyerupai pohon dengan cabang, ranting, dan daun. Pada kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau silsilah. Pada masa sekarang ini, untuk kepentingan tertentu diperlukan keterangan riwayat hidup. Kata riwayat kurang lebih memiliki arti laporan atau cerita tentang kejadian. Sedangkan kata hikayat yang merupakan kata yang dekat dengan kata sejarah memiliki arti cerita tentang kehidupan, yang dimana manusia dijadikan sebagai objeknya disebut juga dengan biografi (bios artinya hidup, graven artinya menulis). Cerita yang berkisar menceritakan kehidupan seorang penulis yang ditulis oleh diri sendiri atau pelakunya disebut autobiografi.

Dalam bahasa arab kata "kisah" yang umumnya menunjuk ke masa lampau, justru lebih mengandung cerita yang benar-benar terjadi pada masa lampau, yaitu sejarah. Dalam bahasa-bahasa di nusantara ada beberapa yang mengandung arti sejarah seperti babad yang berasal dari bahasa Jawa, tambo yang berasal dari bahasa Minangkabau, dan tutui teteek yang berasal dari bahasa Roti.

Pendapat Definisi Sejarah Menurut Berbagai Para Ahli Dalam Negeri

1. Mohammad Ali,
Menurut Mohammad Ali melalui bukunya yang berjudul "Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia", menuangkan pendapatnya tentang pengertian sejarah sebagai berikut ini :
a. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
b. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita,
c. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian pendapat yang disampaikan oleh Mohammad Ali dapat dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan untuk mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Di dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan segala sesuatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.

2. Kuntowijoyo,
Menurut Kuntowijoyo sejarah menyediakan fakta secara ideografis, diakronis, unik, serta empiris. Ideografis dalam hal ini dikarenakan sejarah menggambarkan dan menceritakan sesuatu. Diakronis dalam hal ini dikarenakan sejarah berhubungan dengan waktu. Unik dalam hal ini dikarenakan sejarah merupakan hasil penelitian tentang hal yang unik. Empiris dalam hal ini dikarenakan sejarah berpijak pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh.

3. Roeslan Abdoelgani,
Menurut Roeslan Abdoelgani sejarah merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

4. Wilfridus Josephus Sabarija Poerwadarminta,
Menurut Wilfridus Josephus Sabarija Poerwadarminta melalui bukunya yang berjudul "Kamus Umum Bahasa Indonesia" mengutarakan tiga uraian pendapat tentang pengertian sejarah yaitu sebagai berikut :
a. Sejarah adalah kesustraan lama, silsilah, dan asal-usul,
b. Sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau,
c. Sejarah adalah ilmu pengetahuan tentang masa lampau.

5. Mohammad Yamin,
Menurut Mohammad Yamin sejarah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.


Pendapat Definisi Sejarah Menurut Berbagai Para Ahli Luar Negeri

a. J. V. Bryce,
Menurut J. V. Bryce sejarah merupakan catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

b. Patrick Gardiner,
Menurut Patrick Gardiner sejarah merupakan ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia,

c. Aristoteles,
Menurut Aristoteles sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, menurut beliau juga sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekaman-rekaman, atau bukti-bukti yang konkrit.

d. W. H. Walsh,
Menurut W. H. Walsh sejarah menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan-catatan tersebut meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal penting sehingga menjadikan certia yang berarti.

e. Herodotus,
Menurut Herodotus sejarah merupakan satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat, dan peradaban.

Materi Fisika Gelombang Bunyi

Materi Fisika Gelombang Bunyi

Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi termasuk gelombang mekanik longitudinal / gelombang searah. Gelombang terbagi menjadi tiga berdasarkan frekuensinya yaitu :
1. Infrasonik yaitu gelombang dengan frekuensi kurang dari 20Hz,
2. Audiosonik yaitu gelombang dengan frekuensi antara 20Hz sampai dengan 20.000Hz,
3. Ultrasonik, yaitu gelombang dengan frekuensi lebih dari 20.000Hz.

Intensitas Bunyi 

Intensitas bunyi yaitu daya bunyi dalam satuan luas. Rumus dari intensitas bunyi dapat ditulis sebagai berikut :

I = P / A

Catatan :
I, merupakan intensitas bunyi,
P, merupakan daya bunyi (watt),
A, merupakan satuan luas lingkaran dengan rumus 4πr2 (m2).

Intensitas terkecil yang masih diterima telinga normal manusia disebut juga intensitas ambang (Io = 1. 10-12 watt/m2)

Contoh Soal :
1. Suatu sumber bunti pada jarak 2m intensitasnya 10-2 watt/m2. Berapakah intensitas bunyi tersebut pada jarak 8m?

Jawab :

I1 : I2 = P / A1 : P / A2
I1 : I2 = 1 / 4πr12 : 1 / 4πr22
I1 : I2 = 1 / r12 : 1 / r22
10-2 : I2 = 1 / 22 : 1 / 82
10-2 : I2 = 1 / 4 : 1 / 64
I2 = 10-2 / 16 watt/m2

Taraf Intensitas Bunyi

Taraf intensitas bunyi merupakan perbandingan nilai logaritma antara intensitas bunyi yang diukur (I) dengan intensitas ambang pendengaran (Io).

TI = 10 log ( I / Io )

Catatan :
TI, merupakan taraf intensitas bunyi (dB),
log, merupakan logaritma,
I, merupakan intenstas bunyi,
Io, merupakan intensitas ambang bunyi.

Berikut ini adalah daftar dari perbandingan taraf intensitas bunyi :

Bunyi Taraf Intensitas Bunyi
Perumahan 30-50dB
Bicara 50-60dB
Lalu lintas ramai 60-80dB
Knalpot terbuka 80-90dB
Ledakan (bom) 90-120dB


Variasi rumus dengan perubahan jumlah sumber bunyi :

TI2 = TI1 + 10 log (n2 / n1)

Catatan :
TI1, merupakan taraf intensitas awal yang diketahui (dB),
TI2, merupakan taraf intensitas akhir yang ditanya (dB),
log, merupakan logaritma,
n1, jumlah sumber bunyi awal yang diketahui,
n2, jumlah sumber bunyi akhir yang ditanya.

Variasi rumus dengan perubahan jarak sumber bunyi :

TI2 = TI1 + 10 log (r1 / r2)2

Catatan :
TI1, merupakan taraf intensitas awal yang diketahui (dB),
TI2, merupakan taraf intensitas akhir yang ditanya (dB),
log, merupakan logaritma,
r1, jumlah sumber bunyi awal yang diketahui (m),
r2, jumlah sumber bunyi akhir yang ditanya (m).
Contoh Soal :
1. 100 buah mesin cuci memiliki taraf intensitas 80dB, apabila hanya 1 mesin cuci akan menghasilkan taraf intensitas sebesar?

Jawab :

TI2 = TI1 + 10 log (n2 / n1)
TI2 = 80 + 10 log (1 / 100)
TI2 = 80 + 10 log 10-2
TI2 = 80 + 10 . -2
TI2 = 60dB

Efek Dopler

Efek Dopler adalah sesuatu yang terjadi ketika sesuatu yang memancarkan suara atau cahaya bergerak relatif terhadap pengamat.

fp = (v ± vp) / (v ± vs) . fs

Catatan :
fp, merupakan frekuensi yang didengar oleh pendengar (Hz),
fs, merupakan frekuensi yang dikeluarkan oleh sumber bunyi (Hz),
v, merupakan kecepatan rambat bunyi udara dengan nilai 340m/s,
vp, merupakan kecepatan pergerakan pendengar (m/s),
vs, merupakan kecepatan pergerakan sumber bunyi (m/s).

Untuk nilai ± vp ataupun vs dapat ditentukan dengan cara berikut ini :
1. Apabila pendengar mendekati sumber bunyi maka vp bernilai positif,
2. Apabila sumber bunyi mendekati pendengar maka vs bernilai negatif.
3. Berlaku juga sebaliknya.

Contoh Soal :
1. Mobil ambulan berkecepatan 72km/jam sambil membunyikan sirine 680Hz. Seorang ditepi jalan akan mendengar frekuensi sebelum ambulan lewat sebesar?

vs = 72km/jam = 20m/s

Jawab :

fp = (v ± vp) / (v ± vs) . fs
fp = (340 + 0) / (340 - 20) . 680
fp = (340 / 320) . 680
fp = 722,5 Hz

Dawai, Pipa Organa Terbuka, dan Pipa Organa Tertutup

Sebelum mencari frekuensi dawai atau pipa organa terbuka maupun tertutup biasanya di dalam soal kita harus mencari kecepatan terlebih dahulu. Namun ada juga soal yang langsung diketahui kecepatannya, namun kali ini kita bahas mencari kecepatan rambat bunyi tersebut dahulu.

Kecepatan

v = √{(F . l) / mdawai}   atau juga bisa mencarinya dengan cara v = √(F / μ)

Catatan :
v, merupakan kecepatan (m/s),
F, merupakan gaya (N),
l, merupakan panjang dawai (m)
mdawai, merupakan massa dawai (kg),
μ, merupakan tetapan massa dawai per satuan panjang.

Frekuensi Dawai

Untuk mencari frekuensi nada dasar, nada atas pertama, nada atas kedua, dan nada atas dawai seterusnya memiliki rumus empiris berikut :

fn = {(n + 1) . v} / 2 . l

Catatan :
fn, merupakan frekuensi ke-n (Hz),
n, banyaknya frekuensi,
v, merupakan kecepatan (m/s),
l, merupakan panjang dawai (m). 

Jadi, untuk mencari nada dasar (f0) dapat dicari seperti berikut :

f0 = {(0 + 1) . v} / 2 . l

f0 = v / (2 . l)

Begitu pula untuk mencari nada-nada seterusnya.


Frekuensi Pipa Organa Terbuka

Untuk mencari frekuensi nada dasar, nada atas pertama, nada atas kedua, dan nada atas pipa organa terbuka seterusnya memiliki rumus empiris yang sama dengan dawai seperti berikut berikut :

fn = {(n + 1) . v} / 2 . l

Catatan :
fn, merupakan frekuensi ke-n (Hz),
n, banyaknya frekuensi,
v, merupakan kecepatan (m/s),
l, merupakan panjang dawai (m). 

Jadi, untuk mencari nada dasar (f0) dapat dicari seperti berikut :

f0 = {(0 + 1) . v} / 2 . l

f0 = v / (2 . l)

Begitu pula untuk mencari nada-nada pipa organa terbuka seterusnya.

Frekuensi Pipa Organa Tertutup

Untuk mencari frekuensi nada dasar, nada atas pertama, nada atas kedua, dan nada atas pipa organa tertutup seterusnya memiliki rumus empiris berikut :

fn = {(2n + 1) . v} / 4 . l

Catatan :
fn, merupakan frekuensi ke-n (Hz),
n, banyaknya frekuensi,
v, merupakan kecepatan (m/s),
l, merupakan panjang dawai (m). 

Jadi, untuk mencari nada dasar (f0) dapat dicari seperti berikut :

f0 = {(2 . 0 + 1) . v} / 4 . l

f0 = v / (4 . l)

Begitu pula untuk mencari nada-nada seterusnya.

Perbedaan Banyaknya Simpul dan Perut 

Materi Fisika Gelombang Bunyi


Dawai
Pipa Organa Terbuka
Pipa Organa Tertutup
Σ Perut
n + 1
n + 2
n + 1
Σ Simpul 
n + 2
n + 1
n + 1

Perut ditunjukkan pada gambar dengan simbol P dan simpul ditunjukkan pada gambar dengan simbol S.

Contoh Soal :
1. Berapakah frekuensi nada dasar ?
a. Pipa organa terbuka l=0,34m dan v = 340m/s,
b. Pipa organa tertutup l=0,68m dan v = 340m/s.

Jawab :

a. f0 = {(0 + 1) . v} / (2 . l)
    f0 =  v / (2 . l)
    f0 = 340 / (2 . 0,34)
    f0 = 500 Hz

b. f0 = {(2 . 0 + 1) . v} / (4 . l)
    f0 =  v / (4 . l)
    f0 = 340 / (4 . 0,68)
    f0 = 125 Hz

Latihan Soal Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Latihan Soal Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

A. Pilihan Ganda

1. AFNEI datang ke Indonesia dengan tujuan sebagai berikut, kecuali...
a. Menjaga ketertiban dan keamanan dalam rangka melancarkan tugasnya,
b. Mengurus orang-orang sekutu khususnya Belanda yang ditawan Jepang,
c. Melucuti tentara Jepang yang kalah dengan sekutu,
d. Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang,
e. Memintai keterangan tentang orang Belanda yang ditawan oleh Jepang.

2. Pelucutan tentara Jepang di Indonesia oleh tentara AFNEI dipimpin oleh...
a. Van der Plas,
b. Van der Capellen,
c. Van Mook,
d. Lord Killearn,
e. Sir Philip Christison

3. Dalam tujuannya menegakkan kembali kekuasaan NICA di Indonesia dipimpin oleh...
a. Van Mook,
b. Sir Philip Christison,
c. Van der Capellen,
d. Van der Plas,
e. Lord Killearn.

4. Pertempuran Medan Area adalah salah satu perjuangan fisik dari Indonesia untuk mengusir penjajah yang diakibatkan oleh tindakan Inggris mendaratkan tentaranya di Medan pada tanggal...
a. 26 September 1945,
b. 18 Oktober 1945,
c. 20 Oktober 1945,
d. 10 November 1945,
e. 21 November 1945.

5. Tindakan heroik oleh para pemuda di Surabaya yang menyobek bendera Belanda dikenal dengan peristiwa...
a. 10 November,
b. Infantri,
c. Yamato,
d. Merah Putih,
e. Arek Surabaya.

6. Berikut ini yang merupakan penyebab meletusnya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah...
a. Inggris mendaratkan tentaranya di Surabaya,
b. Terbunuhnya Dr. Karyadi,
c. Penyobekan bendera Belanda,
d. Penyanderaan tentara Inggris oleh arek Surabaya,
e. Terbunuhnya Mallaby.

7. Tokoh yang menjabat sebagai gubernur Jawa Timur sekaligus memberikan semangat berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah...
a. Gatot Soebroto,
b. Sungkono,
c. Suryo,
d. Bung Tomo,
e. Suryadi.

8. Hari Infantri merupakan dedikasi untuk memperingati adanya peristiwa pertempuran...
a. 10 November,
b. Ambarawa,
c. Serangan Umum Surakarta,
d. Lima Hari Semarang,
e. Medan Area.

9. Tokoh yang gugur saat mencoba mencoba memeriksa mata air yang diduga diracun oleh pihak Jepang adalah...
a. Dr. Suryadi,
b. Sungkono,
c. Dr. Karyadi,
d. Sumarto,
e. Isdiman.

10. Aksi heroik dimana sekitar 8000 pemuda, berkumpul di komplek NICA dengan membawa bendera Merah Putih terjadi di...
a. Semarang,
b. Bali,
c. Sumbawa,
d. Sumatera,
e. Kalimantan.

11. Kepanjangan dari AFNEI adalah...
a. All Forces Netherland East India,
b. Allied Forces Netherland East India,
c. Allied Forbes Netherland East India,
d. Allied For Netherland East India,
e. All Forbes Netherland East India.

12. Kepanjangan dari NICA adalah...
a. Netherland Indies Company Administration,
b. Netherland Indies Civil Administration,
c. Netherland Indies Congress Administration,
d. Netherland Indies Cooperator Administration,
e. Netherland Indies Campaign Administration.

13. Tokoh yang berjasa dalam memimpin pertempuran di Bali adalah...
a. I Putu Gede,
b. I Gusti Ketut Jelantik,
c. I Gusti Ngurah Made Agung,
d. I Gusti Ngurah Rai,
e. I Gusti Ketut Pudja.

14. Tokoh yang gugur dalam memimpin pertempuran melawan Belanda di Sulawesi Selatan...
a. Wolter Monginsidi,
b. Sudirman,
c. Slamet Riyadi,
d. Sungkono,
e. Gatot Soebroto.

15. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang paling tepat mengenai butir-butir kesepakatan perundingan RI-Belanda di Jakarta adalah...
a. Indonesia mengajak Belanda untuk membentuk Republik Indonesia,
b. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de jure atas Jawa dan Sumatera,
c. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de facto atas Jawa dan Sumatera,
d. Penyerahan Irian Barat oleh Belanda,
e. Indonesia, Belanda, dan Suriname menjadi peserta ikatan Republik Indonesia.

16. Tokoh yang menjadi perwakilan Indonesia dala, perundingan Hooge Veluwe di Belanda adalah...
a. Gatot Soebroto,
b. Soewandi,
c. Sungkono,
d. Sutan Syahrir,
e. Sultan Hamid II.

17. Perundingan Hooge Veluwe menghasilkan hasil perundingan yang cenderung merugikan bagi pihak Indonesia dikarenakan...
a. Belanda hanya mengakui secara de facto atas Jawa dan Madura,
b. Belanda hanya mengakui secara de jure atas Jawa dan Madura,
c. Irian Barat ditunda untuk diserahkan kepada Indonesia,
d. Belanda tidak mengakui kaum minoritas di Indonesia,
e. Tentara Indonesia ditarik dari daerah konflik dengan Belanda.

18. Perundingan yang membahas tentang golongan-golongan minoritasi di wilayah Indonesia, merupakan hasil perundingan dari...
a. Hooge Veluwe,
b. RI-Belanda,
c. Malino,
d. Denpasar,
e. Pangkal Pinang.

19. Berikut ini yang merupakan hasil dari perundingan Denpasar pada 18-24 Desember 1946 adalah...
a. Pembahasan kaum minoritas di Indonesia,
b. Gencatan senjata dengan Belanda,
c. Penyerahan Irian Barat kepada Indonesia,
d. Pembentukan Negara Indonesia Bagian Timur,
e. Pembentukan RIS.

20. Tokoh yang mewakili Belanda dalam perundingan Linggarjati adalah...
a. Sultan Hamid II,
b. Van Mook,
c. Van der Plas,
d. Lord Killearn,
e. Van der Capellen.

21. Perjuangan diplomasi melalui PBB oleh Indonesia menghasilkan Komisi Tiga Negara yang terdiri dari...
a. Australia, Belanda, dan Indonesia,
b. Australia, Belgia, dan Inggris,
c. Amerika Serikat, Belgia, dan Inggris,
d. Australia, Belgia, dan Amerika Serikat,
e. Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

22. Perwakilan dari Indonesia dalam perundingan Renville adalah...
a. Amir Syarifuddin,
b. Sutan Syahrir,
c. Abdulkadir,
d. Sungkono,
e. Soewandi.

23. Berikut ini merupakan hasil dari perundingan Renville, kecuali...
a. RI merupakan bagian dari RIS,
b. Daerah RI yang diduduki Belanda harus diakui sebagai daerah pendudukan Belanda,
c. Pasukan RI yang berada di daerah kantong ditarik ke RI,
d. RIS kedudukannya sejajar dengan negara Belanda dalam Uni Indonesia Belanda,
e. Penyerahan Irian Barat paling lambat satu tahun setelah perundingan.

24. Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 merupakan pemberontakan yang dipimpin oleh...
a. Kartosuwiryo,
b. Ibnu Hajar,
c. Muso,
d. Amir Fatah,
e. Daud Beureuh.

25. Pada tanggal 1 Maret 1949 Brigade X di bawah pimpinan Letkol Soeharto mengadakan Serangan Umum ke Yogyakarta dengan memakai sandi yaitu...
a. Operasi Trikora,
b. Operasi Tritura,
c. Merah Putih,
d. Tumpah Darah,
e. Janur Kuning.

26. Tokoh yang memipin BFO pada Konferensi Inter Indonesia adalah...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Amir Syarifuddin,
d. Sultan Hamid II,
e. Sutan Syahrir.

27. Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di...
a. Ajax, Belanda,
b. Amsterdam, Belanda,
c. Den Haag, Belanda,
d. Jakarta, Indonesia,
e. Surabaya, Indonesia.

28. Dalam perundingan KMB delegasi Belanda dipimpin oleh...
a. Mr. Van Maarseveen,
b. Van Mook,
c. Van der Plas,
d. Van der Capellen,
e. Lord Killearn

29. Berikut ini merupakan salah satu negara bagian RIS, kecuali...
a. Sumatera Barat,
b. Sumatera Timur,
c. Sumatera Selatan,
d. Madura,
e. Republik Indonesai.

30. Berikut ini merupakan daerah otonom dari negara RIS, kecuali...
a. Riau,
b. Bangka,
c. Dayak Besar,
d. Belitung,
e. Maluku.

Soal Esai

1. Sebutkan tindakan-tindakan heroik di berbagai kota di Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan!

2. Sebutkan perjuangan fisik yang ditempuh untuk mempertahankan kemerdekaan!

3. Sebutkan tujuan dari AFNEI datang ke Indonesia!

4. Sebutkan hasil dari perundingan RI-Belanda di Jakarta!

5. Sebutkan hasil dari perundingan Hooge Veluwe!

6. Sebutkan hasil dari perundingan Linggarjati!

7. Sebutkan hasil dari perundingan Renville!

8. Sebutkan reaksi dari dalam terhadap Aksi Militer II!

9. Sebutkan reaksi dari luar terhadap Aksi Militer II!

10. Sebutkan 7 negara bagian dan 9 daerah otonom dari negara RIS!